Tambelan antisipasi pendatang dari Kalimantan dan Tanjungpinang
Selasa, 24 Maret 2020 22:15 WIB
Pemeriksaan suhu tubuh penumpang kapal PT PELNI. Foto ANTARA/HO/SAUD
Tambelan (ANTARA) - Karantina Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas 2 Tanjungpinang Wilker Binaan Tambelan, mengaku siap melakukan pemeriksaan terhadap penumpang yang datang dari Kalimantan Barat dan Tanjungpinang sebagai bentuk antisipasi masuknya virus corona ke Kecamatan Tambelan.
"Kami siap untuk melakukan upaya pencegahan penyebaran COVID-19 yang masuk dari pelabuhan Seri Benyatan Tambelan," kata KKP Kelas 2 Tanjungpinang Wilker Binaan Tambelan, M. Rasyif, Selasa.
Sambung dia, selama ini karantina kesehatan memang menunggu rapat koordinasi pencegahan COVID-19 dari pihak Kecamatan Tambelan yang kabarnya baru akan dirapatkan (26/3) di Aula Kantor Camat Tambelan bersama unsur pimpinan lainnya.
Usulan rakor pencegahan corona juga telah kami sampaikan ke pihak kecamatan pada (18/3) sewaktu pemulangan mahasiswa dari Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin (IAIS) Sambas, Kalbar.
Akan tetapi, undangan rakor dari Kecamatan Tambelan baru diterima karantina kesehatan Tambelan pada hari ini Selasa (24/3).
"Sementara KM. Sabuk Nusantara 30 dari Pontianak, Kalbar akan tiba di Tambelan Rabu (25/3)," tegasnya.
Menurut dia, Karantina Kesehatan Wilker Binaan Tambelan sudah terlebih dulu melakukan koordinasi dengan Polsek Tambelan untuk melakukan pencegahan melalui scanning di pelabuhan.
"Kapolsek siap untuk itu, karena sejalan dengan
Operasi Aman Nusa 2 Penanganan COVID-19 Seligi 2020 yang dilakukan secara bertahap mulai 19 Maret sampai 17 April 2020," paparnya.
Intinya besok (25/3) karantina bersama unsur pimpinan lain di Kecamatan Tambelan akan melakukan pemeriksaan terhadap penumpang yang datang dari Pontianak menggunakan KM. Sabuk Nusantara 30 dengan alat seadanya.
Rasyif mengakui bahwa untuk Alat Pelindung Diri (APD) medis untuk COVID-19 dalam kondisi tidak ada di Tambelan. Karantina sendiri hanya memiliki deteksi suhu badan.
Di sisi lain, karantina juga mengkhawatirkan pendatang yang masuk ke Tambelan dari jalur kapal motor laut yang sampai saat ini belum ada pemantauan.
Diwawancara terpisah, Kapolsek Tambelan, IPDA Missyamsu Alson mengatakan bahwa dari info yang didapat, Kalimantan Barat merupakan daerah yang tersuspect COVID-19.
"Jadi kami sangat mengantisipasi kedatangan penumpang dari Kalimantan Barat ke Tambelan," kata Alson.
Untuk teknis di lapangan, Polsek Tambelan bersama unsur pimpinan kecamatan lainnya akan melakukan penyemprotan desinfektan kepada penumpang yang tiba di Tambelan dengan membatasi jarak penjemput sampai proses scanning terhadap penumpang selesai dilakukan.
"Seandainya ada temuan suspect segera akan diisolasi di UPTD Puskesmas Tambelan yang sebelumnya telah menyiapkan fasilitas khsusus untuk COVID-19," tegasnya.
Sementara itu, Camat Tambelan, Hasan Basri mengatakan bahwa pihak kecamatan telah melakukan koordinasi dengan seluruh unsur pimpinan di Kecamatan Tambelan untuk melakukan pemeriksaan setiap kapal yang singgah.
Menurut dia, setiap kapal sandar akan dilakukan pengecekan terhadap penumpang yang turun ke Tambelan. Bila suhunya di atas normal langsung akan segera bawa ke puskesmas.
"Kemaren ada flu dan batuk beberapa waktu lalu, langsung kita pisahkan. Ternyata tidak apa-apa, hanya flu biasa," kata Hasan Basri via telpon.
"Kami siap untuk melakukan upaya pencegahan penyebaran COVID-19 yang masuk dari pelabuhan Seri Benyatan Tambelan," kata KKP Kelas 2 Tanjungpinang Wilker Binaan Tambelan, M. Rasyif, Selasa.
Sambung dia, selama ini karantina kesehatan memang menunggu rapat koordinasi pencegahan COVID-19 dari pihak Kecamatan Tambelan yang kabarnya baru akan dirapatkan (26/3) di Aula Kantor Camat Tambelan bersama unsur pimpinan lainnya.
Usulan rakor pencegahan corona juga telah kami sampaikan ke pihak kecamatan pada (18/3) sewaktu pemulangan mahasiswa dari Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin (IAIS) Sambas, Kalbar.
Akan tetapi, undangan rakor dari Kecamatan Tambelan baru diterima karantina kesehatan Tambelan pada hari ini Selasa (24/3).
"Sementara KM. Sabuk Nusantara 30 dari Pontianak, Kalbar akan tiba di Tambelan Rabu (25/3)," tegasnya.
Menurut dia, Karantina Kesehatan Wilker Binaan Tambelan sudah terlebih dulu melakukan koordinasi dengan Polsek Tambelan untuk melakukan pencegahan melalui scanning di pelabuhan.
"Kapolsek siap untuk itu, karena sejalan dengan
Operasi Aman Nusa 2 Penanganan COVID-19 Seligi 2020 yang dilakukan secara bertahap mulai 19 Maret sampai 17 April 2020," paparnya.
Intinya besok (25/3) karantina bersama unsur pimpinan lain di Kecamatan Tambelan akan melakukan pemeriksaan terhadap penumpang yang datang dari Pontianak menggunakan KM. Sabuk Nusantara 30 dengan alat seadanya.
Rasyif mengakui bahwa untuk Alat Pelindung Diri (APD) medis untuk COVID-19 dalam kondisi tidak ada di Tambelan. Karantina sendiri hanya memiliki deteksi suhu badan.
Di sisi lain, karantina juga mengkhawatirkan pendatang yang masuk ke Tambelan dari jalur kapal motor laut yang sampai saat ini belum ada pemantauan.
Diwawancara terpisah, Kapolsek Tambelan, IPDA Missyamsu Alson mengatakan bahwa dari info yang didapat, Kalimantan Barat merupakan daerah yang tersuspect COVID-19.
"Jadi kami sangat mengantisipasi kedatangan penumpang dari Kalimantan Barat ke Tambelan," kata Alson.
Untuk teknis di lapangan, Polsek Tambelan bersama unsur pimpinan kecamatan lainnya akan melakukan penyemprotan desinfektan kepada penumpang yang tiba di Tambelan dengan membatasi jarak penjemput sampai proses scanning terhadap penumpang selesai dilakukan.
"Seandainya ada temuan suspect segera akan diisolasi di UPTD Puskesmas Tambelan yang sebelumnya telah menyiapkan fasilitas khsusus untuk COVID-19," tegasnya.
Sementara itu, Camat Tambelan, Hasan Basri mengatakan bahwa pihak kecamatan telah melakukan koordinasi dengan seluruh unsur pimpinan di Kecamatan Tambelan untuk melakukan pemeriksaan setiap kapal yang singgah.
Menurut dia, setiap kapal sandar akan dilakukan pengecekan terhadap penumpang yang turun ke Tambelan. Bila suhunya di atas normal langsung akan segera bawa ke puskesmas.
"Kemaren ada flu dan batuk beberapa waktu lalu, langsung kita pisahkan. Ternyata tidak apa-apa, hanya flu biasa," kata Hasan Basri via telpon.
Pewarta : Saud MC Kashmir
Editor : Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Danantara sebut Kesepakatan beli 50 pesawat Boeing oleh Garuda sudah ada sebelum Covid
29 July 2025 13:37 WIB
KSAD akomodasi permintaan masyarakat untuk maksimalkan layanan RSKI Galang
09 August 2024 9:13 WIB, 2024
SYL harap eksepsinya dapat diterima karena telah menjadi pahlawan saat COVID-19
13 March 2024 15:33 WIB, 2024