Penularan COVID-19 klaster jamaah tabligh Batam masih berkembang
Kamis, 14 Mei 2020 19:32 WIB
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Batam Muhammad Rudi. ANTARA/HO-Pemkot Batam
Batam (ANTARA) - Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Batam menyatakan penularan paparan virus corona pada klaster jamaah tabligh di kota setempat terus berkembang.
Ketua Gugus Tugas Batam Muhammad Rudi menyatakan, terdapat penambahan seorang warga positif COVID-19 yang merupakan hasil penelusuran kontak erat dengan WNA jamaah tabligh yang meninggal.
"Berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi yang dilakukan, kasus ini diyakini berkaitan erat dengan klaster jamaah tabligh terkonfirmasi positif nomor 32, yang terpantau masih berkembang," kata Muhammad Rudi yang juga Wali Kota Batam.
Ia mengatakan, tim surveilans dan epidemiologi masih terus bergerak melakukan penelusuran kontak dan penyelidikan epidemiologi (PE) terhadap semua orang yang diduga memiliki kontak terhadap kasus terkonfirmasi tersebut.
Ia menjabarkan, pasien 50, yang baru saja dinyatakan positif COVID-19 dari klaster jamaah tabligh itu merupakan ibu rumah tangga.
"Yang bersangkutan merupakan tante dari kasus terkonfirmasi positif nomor 46 yang tinggal serumah dan saat ini juga berada dalam masa perawatan isolasi/karantina di RSKI COVID-19 Galang Kota Batam," kata dia dalam keterangan tertulis.
Pasien 46 sendiri diketahui pernah menjalankan shalat tarawih berjamaah dengan beberapa orang yang pernah kontak dengan WNI, pasien 32.
"Sejauh ini kondisi yang bersangkutan dalam keadaan stabil dan tidak merasakan adanya gangguan kesehatan yang berarti, serta masih dalam proses perawatan isolasi di rumah sakit rujukan RSKI COVID-19 Galang Kota Batam," kata dia.
Ia kembali mengingatkan masyarakat agar mengikuti anjuran pemerintah untuk menjaga jarak, senantiasa mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir dan tetap di rumah .
"Gunakan masker jika terpaksa harus keluar rumah serta selalu menjaga kesehatan dengan makan makanan seimbang dan berolahraga secara teratur serta istirahat yang cukup," katanya.
Ketua Gugus Tugas Batam Muhammad Rudi menyatakan, terdapat penambahan seorang warga positif COVID-19 yang merupakan hasil penelusuran kontak erat dengan WNA jamaah tabligh yang meninggal.
"Berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi yang dilakukan, kasus ini diyakini berkaitan erat dengan klaster jamaah tabligh terkonfirmasi positif nomor 32, yang terpantau masih berkembang," kata Muhammad Rudi yang juga Wali Kota Batam.
Ia mengatakan, tim surveilans dan epidemiologi masih terus bergerak melakukan penelusuran kontak dan penyelidikan epidemiologi (PE) terhadap semua orang yang diduga memiliki kontak terhadap kasus terkonfirmasi tersebut.
Ia menjabarkan, pasien 50, yang baru saja dinyatakan positif COVID-19 dari klaster jamaah tabligh itu merupakan ibu rumah tangga.
"Yang bersangkutan merupakan tante dari kasus terkonfirmasi positif nomor 46 yang tinggal serumah dan saat ini juga berada dalam masa perawatan isolasi/karantina di RSKI COVID-19 Galang Kota Batam," kata dia dalam keterangan tertulis.
Pasien 46 sendiri diketahui pernah menjalankan shalat tarawih berjamaah dengan beberapa orang yang pernah kontak dengan WNI, pasien 32.
"Sejauh ini kondisi yang bersangkutan dalam keadaan stabil dan tidak merasakan adanya gangguan kesehatan yang berarti, serta masih dalam proses perawatan isolasi di rumah sakit rujukan RSKI COVID-19 Galang Kota Batam," kata dia.
Ia kembali mengingatkan masyarakat agar mengikuti anjuran pemerintah untuk menjaga jarak, senantiasa mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir dan tetap di rumah .
"Gunakan masker jika terpaksa harus keluar rumah serta selalu menjaga kesehatan dengan makan makanan seimbang dan berolahraga secara teratur serta istirahat yang cukup," katanya.
Pewarta : Yuniati Jannatun Naim
Editor : Rusdianto Syafruddin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Reisa minta keuarga pastikan lansia sehat sebelum akses vaksin booster kedua
12 December 2022 20:29 WIB, 2022
Pemkot Batam miliki stok vaksin COVID-19 penguat jenis Pfizer 1.596 dosis
14 November 2022 17:12 WIB, 2022
Satgas Penanganan COVID-19 Kepri minta pemerintah pusat tambah vaksin
22 September 2022 19:21 WIB, 2022
Lihat Juga
Pemprov Kepri hadirkan pangan murah melalui gerakan pangan murah serentak 2026
13 February 2026 15:19 WIB