Pasien positif COVID-19 di Batam 109 orang
Kamis, 28 Mei 2020 8:45 WIB
Data COVID-19 Kepri. ANTARA Kepri/Nurjali
Batam (ANTARA) - Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Batam mencatat total pasien positif terpapar virus corona jenis baru di kota itu hingga 27 Mei 2020, mencapai 109 orang.
"Di Batam sudah 109 orang, tidak termasuk (ABK KM Kelud) yang di Galang," kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Batam Muhammad Rudi di Batam, Kepulauan Riau, Rabu.
Ia mengatakan bahwa saat ini ada tambahan 13 orang pasien baru, dibanding data sebelumnya.
Meski jumlah warga yang terpapar virus corona jenis baru itu terus meningkat, namun Wali Kota meminta masyarakat tidak terlalu khawatir.
Menurut dia, tingginya angka warga yang terkonfirmasi positif COVID-19 justru menunjukkan kemampuan pemerintah mengidentifikasi untuk menangani warga yang terpapar.
Pemkot Batam, kata dia, terus melakukan pencarian terhadap orang-orang yang dikhawatirkan terpapar virus corona. Karenanya, wajar bila kemudian jumlah yang teridentifikasi terpapar terus bertambah.
Berbeda dengan banyak daerah lain di Indonesia, yang hanya menangani warga yang datang mengeluh sakit, sedangkan di Pemkot Batam, petugas yang mendatangi warga yang dikhawatirkan sakit, berdasarkan penelusuran pasien-pasien yang sudah dinyatakan positif sebelumnya.
"Enggak usah khawatir. Kalau jumlah pasian COVID bertambah, tidak usah khawatir. Kami mencari orang sakit, maka biayanya besar. Kami bukan tunggu orang sakit," kata dia.
Hal senada dikatakan Plt Gubernur Kepri Isdianto yang memuji kinerja Wali Kota Batam dan jajarannya dalam menangani COVID-19 dengan melakukan penelusuran ke RT/RW.
"Ini menunjukkan keseriusan pemda, untuk mengetahui itu semua dengan melakukan penyisiran," kata dia.
Warga Batam diminta jangan kecil hati bila saat ini menjadi zona merah.
Ia menyatakan pemerintah juga tengah fokus pada klaster penyebaran COVID-19 di dalam kota. Karenanya dibutuhka peran serta masyarakat.
"Di Batam sudah 109 orang, tidak termasuk (ABK KM Kelud) yang di Galang," kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Batam Muhammad Rudi di Batam, Kepulauan Riau, Rabu.
Ia mengatakan bahwa saat ini ada tambahan 13 orang pasien baru, dibanding data sebelumnya.
Meski jumlah warga yang terpapar virus corona jenis baru itu terus meningkat, namun Wali Kota meminta masyarakat tidak terlalu khawatir.
Menurut dia, tingginya angka warga yang terkonfirmasi positif COVID-19 justru menunjukkan kemampuan pemerintah mengidentifikasi untuk menangani warga yang terpapar.
Pemkot Batam, kata dia, terus melakukan pencarian terhadap orang-orang yang dikhawatirkan terpapar virus corona. Karenanya, wajar bila kemudian jumlah yang teridentifikasi terpapar terus bertambah.
Berbeda dengan banyak daerah lain di Indonesia, yang hanya menangani warga yang datang mengeluh sakit, sedangkan di Pemkot Batam, petugas yang mendatangi warga yang dikhawatirkan sakit, berdasarkan penelusuran pasien-pasien yang sudah dinyatakan positif sebelumnya.
"Enggak usah khawatir. Kalau jumlah pasian COVID bertambah, tidak usah khawatir. Kami mencari orang sakit, maka biayanya besar. Kami bukan tunggu orang sakit," kata dia.
Hal senada dikatakan Plt Gubernur Kepri Isdianto yang memuji kinerja Wali Kota Batam dan jajarannya dalam menangani COVID-19 dengan melakukan penelusuran ke RT/RW.
"Ini menunjukkan keseriusan pemda, untuk mengetahui itu semua dengan melakukan penyisiran," kata dia.
Warga Batam diminta jangan kecil hati bila saat ini menjadi zona merah.
Ia menyatakan pemerintah juga tengah fokus pada klaster penyebaran COVID-19 di dalam kota. Karenanya dibutuhka peran serta masyarakat.
Pewarta : Yuniati Jannatun Naim
Editor : Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BMKG: Fenomena gerhana bulan total akan terlihat di Batam mulai pukul 18.33 WIB
03 March 2026 16:45 WIB
Polda Kepri perkuat kolaborasi lintas instansi berantas peredaran narkoba
28 February 2026 11:10 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Kemenhub apresiasi Batam beri akses pendidikan lewat subsidi tarif bus bagi pelajar
26 May 2026 13:47 WIB