Rian Ernest bangun komunikasi dengan 4 parpol jelang pilkada
Jumat, 10 Juli 2020 7:58 WIB
Politisi PSI, Rian Ernest. (Naim)
Batam (ANTARA) - Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Rian Ernest mengaku menjalin komunikasi dengan empat partai di Kota Batam Kepulauan Riau terkait dengan pemilihan kepada daerah setempat 2020.
"Komunikasi pasti ada dengan partai. Ada beberapa partai, tiga hingga empat partai besar," kata Rian Ernest di Batam.
Rian Ernest sendiri mundur dari pencalonan kepala daerah Kota Batam jalur perseorangan, karena jumlah pendukungnya tidak memenuhi dalam verifikasi faktual.
Ia menyatakan tidak menutup peluang untuk maju Pilkada Kota Batam dengan jalur partai politik.
"Saya sendiri calon indipenden dan kader parpol," kata dia.
Namun ia belum memastikan, apakah benar-benar akan maju sebagai calon kepala daerah dengan partai tertentu yang sudah menjalin komunikasi dengannya.
Baca juga: Rian Ernest batal maju di Pilkada Batam
"Sebagai orang baru di kota ini, saya membuka silaturahim dengan baik. Komunikasi masih dibangun, lihat ke depan seperti apa," kata dia.
Mengenai kegagalannya maju sebagai calon kepala daerah indipenden, ia mengatakan tidak menyesal.
Rian menyatakan justru bangga dengan pencapaiannya bersama Yusiani, hingga mendapatkan banyak dukungan warga Batam.
"Sekali lagi, kami bangga. Sebagai gerakan politik independen, kami bangga," kata dia.
Di tempat yang sama, bakal calon wakil wali kota pendamping Rian, Yusiani menyatakan senang apabila Rian maju sebagai calon kepala daerah jalur partai politik, meskipun tidak berpasangan dengan dirinya.
"Rian ada potensi di politik, sayang banget. Rian mau ke Jakata atau mau politik di Batam, saya tetap mendukung Rian. Rian sangat berkualitas untuk maju sebagai pemimpin," kata dia.
Baca juga: KPU Batam verifikasi faktual dukungan bakal calon perseorangan dengan 3 cara
"Komunikasi pasti ada dengan partai. Ada beberapa partai, tiga hingga empat partai besar," kata Rian Ernest di Batam.
Rian Ernest sendiri mundur dari pencalonan kepala daerah Kota Batam jalur perseorangan, karena jumlah pendukungnya tidak memenuhi dalam verifikasi faktual.
Ia menyatakan tidak menutup peluang untuk maju Pilkada Kota Batam dengan jalur partai politik.
"Saya sendiri calon indipenden dan kader parpol," kata dia.
Namun ia belum memastikan, apakah benar-benar akan maju sebagai calon kepala daerah dengan partai tertentu yang sudah menjalin komunikasi dengannya.
Baca juga: Rian Ernest batal maju di Pilkada Batam
"Sebagai orang baru di kota ini, saya membuka silaturahim dengan baik. Komunikasi masih dibangun, lihat ke depan seperti apa," kata dia.
Mengenai kegagalannya maju sebagai calon kepala daerah indipenden, ia mengatakan tidak menyesal.
Rian menyatakan justru bangga dengan pencapaiannya bersama Yusiani, hingga mendapatkan banyak dukungan warga Batam.
"Sekali lagi, kami bangga. Sebagai gerakan politik independen, kami bangga," kata dia.
Di tempat yang sama, bakal calon wakil wali kota pendamping Rian, Yusiani menyatakan senang apabila Rian maju sebagai calon kepala daerah jalur partai politik, meskipun tidak berpasangan dengan dirinya.
"Rian ada potensi di politik, sayang banget. Rian mau ke Jakata atau mau politik di Batam, saya tetap mendukung Rian. Rian sangat berkualitas untuk maju sebagai pemimpin," kata dia.
Baca juga: KPU Batam verifikasi faktual dukungan bakal calon perseorangan dengan 3 cara
Pewarta : Yuniati Jannatun Naim
Editor : Rusdianto Syafruddin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Soleh Solihun pertama kali garap dokumenter musik di film "Harta Tahta Raisa"
31 May 2024 10:12 WIB, 2024
Meski Rian Ernest "pamit", KPU Batam terus lanjutkan verifikasi faktual
10 July 2020 16:23 WIB, 2020
KPU Batam verifikasi faktual dukungan bakal calon perseorangan dengan 3 cara
30 June 2020 7:09 WIB, 2020
Terpopuler - Politik
Lihat Juga
TNI AU tambah 58 personel ke Natuna perkuat pangkalan udara di wilayah perbatasan
26 January 2026 14:56 WIB
LKBN ANTARA perkuat publikasi percepatan rehabilitasi pascabencana Sumatera
22 January 2026 16:09 WIB
Trump 'murka' ancam tarif 200 persen jika Marcon tak jadi Dewan Perdamaian Gaza
20 January 2026 14:30 WIB