Iran desak penyelidikan program nuklir Arab Saudi
Ilustrasi. Suasana pembangunan kembali reaktor nuklir air berat di Kota Arak, Iran, Senin (23/12/2019). Iran meluncurkan pembangunan kembali sebagian reaktor air berat Arak, sebuah langkah yang tidak melanggar aturan internasional namun menunjukkan mereka mengembangkan sektor ini meski dalam tekanan Amerika Serikat. ANTARA FOTO/West Asian News Agency via REUTERS/wsj.
"Arab Saudi sedang mengembangkan dan mengimplementasikan program nuklir yang sangat tidak transparan," kata Kazem Gharibabadi, duta besar Iran sekaligus perwakilan permanen untuk organisasi internasional tersebut, di Wina.
"Meski kenyataannya Arab Saudi merupakan anggota Perjanjian Nonproliferasi Nuklir (NPT) dan memiliki kesepakatan perlindungan bilateral dengan badan tersebut (IAEA), negara itu masih menolak mematuhi komitmennya terhadap inspeksi badan tersebut," kata Gharibabadi seperti dikutip.
Komunitas internasional tidak akan menerima "penyimpangan" Arab Saudi dari program nuklir damai dan akan menentang tindakan itu, katanya, menambahkan.
Hingga kini, Arab Saudi belum menanggapi pernyataan Gharibabadi tersebut.
Sumber: Xinhua
Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor : Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
AS desak China untuk tahan diri hentikan tekanan militer usai di dekat Taiwan
02 January 2026 13:39 WIB
DPRD Batam desak evaluasi keselamatan kerja di galangan kapal usai ledakan di PT ASL Shipyard
17 October 2025 17:17 WIB
Presiden Palestina desak Gencatan senjata, Israel harus keluar dari Gaza
19 September 2025 15:23 WIB
Terpopuler - Jagat
Lihat Juga
Perdana Menteri Inggris minta maaf atas penunjukan dubes terkait kasus Epstein
06 February 2026 15:53 WIB
Gencatan senjata tahap kedua, 54 jenazah warga Palestina telah tiba di Gaza
05 February 2026 11:16 WIB
Kapolri usulkan Bintang Bhayangkara untuk Meri Hoegeng bentuk penghormatan
04 February 2026 14:22 WIB
Warga Gaza kembali dapat perlakuan kasar dan ancaman Israel saat kembali lewat Rafah
04 February 2026 10:40 WIB