Dirut ANTARA: Jurnalis perempuan yang menulis hard news masih sedikit
Jumat, 14 Agustus 2020 13:46 WIB
Direktur Utama (Dirut) Perum Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA Meidyatama Suryodiningrat. (ANTARA/Muhammad Zulfikar)
Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama Perum Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA Meidyatama Suryodiningrat mengatakan saat ini jurnalis perempuan masih tergolong sedikit yang menulis berita bidang hard news seperti berita politik, ekonomi dan lainnya.
"Secara statistik terbukti mayoritas dan 78 persen berita-berita politik dan ekonomi tetap ditulis oleh wartawan laki-laki," kata dia saat diskusi daring dengan tema Kesetaraan Gender di Ruang Redaksi yang dipantau di Jakarta, Kamis.
Berdasarkan pengalaman, ujar Dimas, sering kali bahkan 70 hingga 80 persen pewarta perempuan perjalanan karirnya tertuju pada bidang-bidang tertentu saja.
Misalnya, banyak sekali jurnalis perempuan yang hanya mengerjakan atau menulis feature, menulis tentang persoalan perempuan dan sebagainya.
"Secara umum, kita sudah melihat perempuan itu di redaksi 50 persen saja tidak sampai, terus bertambah tapi masih di bawah 50," katanya.
Ia mengatakan pada masa generasinya, banyak jurnalis perempuan tidak lari ke bidang-bidang seperti politik, ekonomi dan sebagainya.
Ke depan, hal itulah yang menjadi sebuah tantangan dan harus dijawab terutama oleh jurnalis-jurnalis perempuan dalam berkarir.
"Jadi yang saya lihat mayoritas jurnalis perempuan itu lebih banyak lari ke soft news," ujar dia.
Fenomena tersebut pada dasarnya tidak hanya terjadi di Tanah Air namun juga di sejumlah negara-negara lain dimana berita-berita politik dan ekonomi kebanyakan ditulis oleh wartawan laki-laki.
Oleh karena itu, ia berpandangan para jurnalis perempuan harus tetap mengambil bagian di bidang-bidang tersebut.
"Secara statistik terbukti mayoritas dan 78 persen berita-berita politik dan ekonomi tetap ditulis oleh wartawan laki-laki," kata dia saat diskusi daring dengan tema Kesetaraan Gender di Ruang Redaksi yang dipantau di Jakarta, Kamis.
Berdasarkan pengalaman, ujar Dimas, sering kali bahkan 70 hingga 80 persen pewarta perempuan perjalanan karirnya tertuju pada bidang-bidang tertentu saja.
Misalnya, banyak sekali jurnalis perempuan yang hanya mengerjakan atau menulis feature, menulis tentang persoalan perempuan dan sebagainya.
"Secara umum, kita sudah melihat perempuan itu di redaksi 50 persen saja tidak sampai, terus bertambah tapi masih di bawah 50," katanya.
Ia mengatakan pada masa generasinya, banyak jurnalis perempuan tidak lari ke bidang-bidang seperti politik, ekonomi dan sebagainya.
Ke depan, hal itulah yang menjadi sebuah tantangan dan harus dijawab terutama oleh jurnalis-jurnalis perempuan dalam berkarir.
"Jadi yang saya lihat mayoritas jurnalis perempuan itu lebih banyak lari ke soft news," ujar dia.
Fenomena tersebut pada dasarnya tidak hanya terjadi di Tanah Air namun juga di sejumlah negara-negara lain dimana berita-berita politik dan ekonomi kebanyakan ditulis oleh wartawan laki-laki.
Oleh karena itu, ia berpandangan para jurnalis perempuan harus tetap mengambil bagian di bidang-bidang tersebut.
Pewarta : Muhammad Zulfikar
Editor : Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kepala Staf Kepresidenan Qodari dukung ANTARA jadi ekosistem narasi utama pemerintah
03 February 2026 19:24 WIB
LKBN ANTARA perkuat publikasi percepatan rehabilitasi pascabencana Sumatera
22 January 2026 16:09 WIB
HUT LKBN ANTARA, Wamenpar apresiasi promosi budaya lewat Festival Foto Celebes
14 December 2025 7:53 WIB
Menhan RI ingatkan pentingnya sinergi antara satuan kepada TNI di wilayah Natuna
19 November 2025 10:31 WIB
Menkum usulkan adakan pertemuan khusus antara Jepang dan ASEAN terkait royalti musik
15 November 2025 14:31 WIB
Lanud Raden Sadjad dan LKBN ANTARA siap kolaborasi jaga pertahanan di perbatasan
21 October 2025 19:14 WIB