Anambas (ANTARA) - Badan Pengawas Pemilu Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau, berpendapat budaya Melayu mampu melahirkan pilkada damai.

Anggota Bawaslu Anambas Liber Simaremare, di Pulau Tarempa, Senin, mengatakan, budaya Melayu masih melekat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat yang tinggal di daerah yang berbatasan dengan Vietnam, Thailand dan Malaysia tersebut.

Budaya Melayu itu santun, ramah dan terbuka. Karena itu, masyarakat Anambas terdiri dari berbagai suku, yang hidup berdampingan.

"Potensi konflik horizontal dalam pilkada tidak ada. Anambas merupakan wilayah yang aman," ucap dia.

Hal senada dikatakan Ketua KPU Anambas Jufri Budi. Ia menambahkan politik orang Melayu sangat mendukung penyelenggaraan pilkada berjalan lancar. Politik Melayu yang santun melahirkan pilkada yang baik.

"Kami sangat terbantu. Karena masyarakat mengutamakan kepentingan publik," ujarnya.

Budi menjelaskan politik kekerabatan juga kental dalam setiap pesta demokrasi. Dalam positifnya seluruh persoalan dapat di selesaikan ketika  sudah duduk bersama.

"Dalam satu kedai kopi dapat ditemukan tim sukses dari tiga pasangan calon bupati dan wakil bupati duduk bersama. Ini jarang ditemukan di daerah lain," tutur-nya.

Ia menambahkan para tim sukses pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Anambas, Abdul Haris-Wan Zulhendra, Yusrizal-Fatahurrahman dan Fachrizal-Johari saling menghargai, meski beda pilihan.

"Beda pilihan tetapi tetap menyatu," katanya.