Bandara Letung Anambas tanpa jaringan internet dan tidak terawat
Kamis, 5 November 2020 4:25 WIB
Ruang disinfektan di Bandara Letung, Anambas tidak digunakan lagi karena rusak (Nikolas Panama)
Anambas (ANTARA) - Sejumlah penumpang yang menunggu keberangkatan di Bandara Letung di Pulau Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau perihatin dengan kondisi bandara yang tidak terawat, ruang tunggu kecil dan tidak memiliki jaringan internet.
"Bandara semestinya 'merdeka sinyal' sehingga petugas, penumpang dan pengantar penumpang dapat beraktivitas dengan menggunakan fasilitas internet," kata Fadil, salah seorang penumpang di Bandara Letung, Rabu.
Fadil mengatakan signal telepon sulit didapat di bandara sehingga masyarakat sulit berkomunikasi.
"Saya berharap ini diperhatikan oleh pengelola bandara karena akses internet ini sangat dibutuhkan masyarakat," ucapnya.
Penumpang lainnya mengatakan jaringan internet merupakan permasalahan komunikasi di Bandara Letung yang sudah lama terjadi. Jaringan internet maupun sinyal telepon dalam kondisi bagus bila ada tamu dari pemerintah pusat.
"Kami sudah terbiasa menghadapi persoalan ini," ucap warga yang tidak ingin dibeberkan namanya karena bekerja di pemerintahan.
Helmi, warga Letung, yang mengantar saudaranya ke Bandara Letung mengatakan jaringan internet menjadi persoalan besar di Letung, tidak hanya di bandara.
"Tidak semua masyarakat Letung dapat menikmati jaringan internet. Ada banyak 'blank spot' di Letung," keluhnya.
Sejumlah fasilitas di Bandara Letung juga mengalami kerusakan. Di ruang tunggu bandara yang berukuran kecil, selain terlihat semrawut, atap juga bocor. Plafon di ruang tunggu itu juga rusak. Selain itu, ruang disinfektan yang terbuat dari plastik tampak robek, dan sudah tidak dipergunakan.
Di dalam bandara, petugas memeriksa barang bawaan penumpang secara manual.
"Mesin x-ray sudah sering rusak, kemudian diperbaiki. Ini sudah setahun tidak dipergunakan karena rusak," kata salah seorang petugas.
"Bandara semestinya 'merdeka sinyal' sehingga petugas, penumpang dan pengantar penumpang dapat beraktivitas dengan menggunakan fasilitas internet," kata Fadil, salah seorang penumpang di Bandara Letung, Rabu.
Fadil mengatakan signal telepon sulit didapat di bandara sehingga masyarakat sulit berkomunikasi.
"Saya berharap ini diperhatikan oleh pengelola bandara karena akses internet ini sangat dibutuhkan masyarakat," ucapnya.
Penumpang lainnya mengatakan jaringan internet merupakan permasalahan komunikasi di Bandara Letung yang sudah lama terjadi. Jaringan internet maupun sinyal telepon dalam kondisi bagus bila ada tamu dari pemerintah pusat.
"Kami sudah terbiasa menghadapi persoalan ini," ucap warga yang tidak ingin dibeberkan namanya karena bekerja di pemerintahan.
Helmi, warga Letung, yang mengantar saudaranya ke Bandara Letung mengatakan jaringan internet menjadi persoalan besar di Letung, tidak hanya di bandara.
"Tidak semua masyarakat Letung dapat menikmati jaringan internet. Ada banyak 'blank spot' di Letung," keluhnya.
Sejumlah fasilitas di Bandara Letung juga mengalami kerusakan. Di ruang tunggu bandara yang berukuran kecil, selain terlihat semrawut, atap juga bocor. Plafon di ruang tunggu itu juga rusak. Selain itu, ruang disinfektan yang terbuat dari plastik tampak robek, dan sudah tidak dipergunakan.
Di dalam bandara, petugas memeriksa barang bawaan penumpang secara manual.
"Mesin x-ray sudah sering rusak, kemudian diperbaiki. Ini sudah setahun tidak dipergunakan karena rusak," kata salah seorang petugas.
Pewarta : Nikolas Panama
Editor : Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Nelayan Bintan keluhkan ikan hasil tangkapan berkurang imbas kapal cantrang
23 August 2022 11:12 WIB, 2022
Nelayan Pengadah keluhkan tidak adanya fasilitas pengolahan hasil tangkap
24 February 2022 12:58 WIB, 2022
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
Pemkot sebut sistem bioflok solusi lahan terbatas untuk budidaya ikan di Batam
09 May 2026 10:53 WIB