Semua daerah di Kepri terdampak cuaca ekstrem
Minggu, 3 Januari 2021 20:40 WIB
Gubernur Kepri Isdianto. (Ogen)
Tanjungpinang (ANTARA) - Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Isdianto menyampaikan hampir seluruh wilayah di daerah itu terdampak cuaca ekstrem dan tergenang banjir pada awal tahun 2021.
"Kita minta masyarakat agar berhati-hati dengan kondisi cuaca ekstrem ini. Ada beberapa wilayah kita yang terkena musibah," ujar Isdianto di Tanjungpinang, Sabtu (2/1).
Isdianto mengaku telah menerima laporan dari Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepri menyangkut bencana banjir telah meluas di beberapa tempat.
Seperti Kota Batam, kata dia, rumah masyarakat di kawasan pesisir Tanjung Uma habis tersapu ombak ditambah lagi dihantam tongkang hanyut hingga menimbulkan kerusakan parah.
Kemudian, di Kabupaten Lingga, rumah warga juga roboh disapu ombak. Sedangkan di Kota Tanjungpinang, ada beberapa wilayah yang hingga kini masih tergenang air bahkan sejumlah rumah warga terdampak longsor.
Isdianto menyebut petugas BPBD dan tangguh bencana telah disiapkan untuk membantu masyarakat yang tertimpa musibah.
"Saya perintahkan petugas agar membantu dan mengevakuasi masyarakat ke tempat yang kondusif dan mendata kerusakan yang diderita masyarakat," tuturnya.
Isdianto menegaskan segera menutup sementara objek wisata pantai karena kondisi cuaca ekstrem dan gelombang laut tinggi.
"Saya tidak ingin ada masyarakat yang menjadi korban. Mungkin, kita tutup untuk sementara waktu hingga cuaca kembali membaik," demikian Isdianto.
"Kita minta masyarakat agar berhati-hati dengan kondisi cuaca ekstrem ini. Ada beberapa wilayah kita yang terkena musibah," ujar Isdianto di Tanjungpinang, Sabtu (2/1).
Isdianto mengaku telah menerima laporan dari Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepri menyangkut bencana banjir telah meluas di beberapa tempat.
Seperti Kota Batam, kata dia, rumah masyarakat di kawasan pesisir Tanjung Uma habis tersapu ombak ditambah lagi dihantam tongkang hanyut hingga menimbulkan kerusakan parah.
Kemudian, di Kabupaten Lingga, rumah warga juga roboh disapu ombak. Sedangkan di Kota Tanjungpinang, ada beberapa wilayah yang hingga kini masih tergenang air bahkan sejumlah rumah warga terdampak longsor.
Isdianto menyebut petugas BPBD dan tangguh bencana telah disiapkan untuk membantu masyarakat yang tertimpa musibah.
"Saya perintahkan petugas agar membantu dan mengevakuasi masyarakat ke tempat yang kondusif dan mendata kerusakan yang diderita masyarakat," tuturnya.
Isdianto menegaskan segera menutup sementara objek wisata pantai karena kondisi cuaca ekstrem dan gelombang laut tinggi.
"Saya tidak ingin ada masyarakat yang menjadi korban. Mungkin, kita tutup untuk sementara waktu hingga cuaca kembali membaik," demikian Isdianto.
Pewarta : Ogen
Editor : Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dinkes Kepri imbau waspada flu dan batuk dampak cuaca ekstrem akhir tahun
23 December 2024 17:07 WIB, 2024
Budidaya ikan biofloc di Kota Batam aman dari dampak cuaca ekstrem
30 September 2024 16:54 WIB, 2024
BMKG terbitkan 27 daerah berstatus waspada dampak hujan, termasuk Kepri
03 March 2024 7:49 WIB, 2024
Pemkot Tanjungpinang minta warga waspada bencana dampak cuaca ekstrem
04 December 2023 8:24 WIB, 2023
Presiden instruksikan kementerian tangani dampak cuaca ekstrem di Papua Tengah
31 July 2023 11:05 WIB, 2023
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
DPRD Batam harap 100 mesin ketinting tingkatkan produktivitas nelayan pulau penyangga
29 September 2026 14:41 WIB
Pemprov Kepri terima hibah 1 unit kendaraan guna dukung gerakan pangan murah
29 September 2026 13:38 WIB
DPRD Batam dukung Sekolah Terintegrasi Merah Putih perluas akses pendidikan berkualitas
29 September 2026 13:38 WIB