Forkompinda Natuna bersiap hadapi cuaca ekstrem minimalisiri dampak

id Bencana,Natuna,Kepri,Banjir,Forkopimda

Forkompinda Natuna bersiap hadapi cuaca ekstrem minimalisiri dampak

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Natuna, Boy Wijanarko saat memimpin pertemuan di Natuna, Kepri pada Ahad (30/11/2025). ANTARA/Muhamad Nurman

Natuna (ANTARA) - Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, bersiap menghadapi potensi cuaca ekstrem sebagai upaya meminimalisasi dampak yang mungkin terjadi di wilayah tersebut.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Natuna, Boy Wijanarko, di Natuna, Ahad, mengatakan pihaknya bersama Forkopimda dan seluruh pemangku kepentingan menggelar pertemuan di Alun-alun Pantai Piwang pada Ahad malam.

Pertemuan itu digelar untuk menyamakan persepsi sekaligus memperkuat koordinasi dalam menyikapi potensi bencana hidrometeorologi, seperti angin kencang, gelombang tinggi, dan curah hujan ekstrem.

Baca juga: Pemkab Natuna menguji coba peralatan pemadam kebakaran di Pulau Subi

Menurut dia, pertemuan tersebut juga bertujuan untuk mengetahui kesiapan masing-masing instansi, mulai dari ketersediaan peralatan, perlengkapan evakuasi, hingga jumlah personel yang dapat dikerahkan sewaktu-waktu.

"Fasilitas yang akan digunakan sudah kita petakan. Untuk wilayah kota, kita mengarahkan dari Lanud, sedangkan untuk wilayah tengah kita juga akan meminta dukungan Batalyon Komposit agar dapat menggunakan sarana dan prasarana mereka dalam penanganan kedaruratan," ucap dia.

Ia menambahkan, saat ini posko siaga cuaca ekstrem telah didirikan di Kecamatan Bunguran Timur sebagai bentuk kesiapsiagaan bersama. Posko tersebut mulai beroperasi hingga 13 Desember, namun dapat ditutup lebih cepat apabila kondisi cuaca membaik.

Baca juga: Pemprov Kepri gelar Malay food festival, untuk populerkan makanan Melayu

Boy berharap koordinasi yang telah terbangun dapat memastikan seluruh unsur pemerintah daerah siap menghadapi situasi apa pun, sehingga keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.

"Jika kondisi cuaca kembali normal dalam pergerakan angin, posko ini bisa kita tutup. Namun apabila ke depan kembali muncul potensi cuaca ekstrem, posko akan segera kita aktifkan lagi. Besok kita juga akan melakukan pemetaan lanjutan untuk inventarisasi kebutuhan," katanya.

Baca juga: BP3MI Kepri sebut PMI profesional disiapkan sejak lulus sekolah

Pewarta :
Editor: Laily Rahmawaty
COPYRIGHT © ANTARA 2026


Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE