Peralihan alat tangkap cantrang ke peralatan ramah lingkungan perlu difasilitasi KKP
Selasa, 16 Februari 2021 14:36 WIB
Ilustrasi - Nelayan sedang menyiapkan alat tangkap. ANTARA/HO-KKP
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) perlu untuk segera memfasilitasi peralihan cantrang ke alat tangkap yang lebih ramah lingkungan, terlebih setelah semakin banyak kelompok nelayan yang juga bersedia mengganti cantrang yang mereka miliki.
"Fasilitasi proses peralihan alat tangkap cantrang," kata Direktur Eksekutif Pusat Kajian Maritim untuk Kemanusiaan Abdul Halim, di Jakarta, Selasa.
Menurut dia, proses peralihan cantrang ke alat tangkap yang lebih ramah lingkungan dapat diperlancar prosesnya dengan memberikan semacam bentuk intensif.
Abdul Halim berpendapat bahwa bentuk intensif yang dapat diberikan kepada kalangan nelayan antara lain adalah kemudahan dalam mengurus perizinan melaut.
Sebelumnya, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Tegal telah menemui Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dan menyatakan siap mengganti dan menggunakan alat tangkap ikan yang lebih ramah lingkungan.
"Kami 15.000 nelayan siap berubah dan mengganti alat tangkap yang lebih ramah lingkungan. Kami akan deklarasikan. Kami siap diatur," kata Ketua HNSI Kota Tegal Riswanto saat beraudiensi dengan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, di kantor KKP, Jakarta, 11 Februari.
Dalam pertemuan itu ikut serta Wakil Walikota Tegal Muhammad Jumadi Idris beserta jajarannya mendampingi para nelayan.
"Semoga kita bisa selalu berkolaborasi dan bersinergi untuk sama-sama dalam menyejahterakan nelayan,” ujar Riswanto di depan Menteri Trenggono.
Tak hanya mendukung rencana KKP mengatur penggunaan API, Riswanto juga bercerita tentang pelaksanaan asuransi bagi nelayan dengan kegunaan yang menyeluruh.
Ia mengutarakan harapannya agar regulasi yang akan dikeluarkan oleh KKP akan menyejahterakan nelayan.
Dalam pertemuan tersebut, Menteri Trenggono memang mengajak nelayan pesisir Kota Tegal untuk beralih ke alat tangkap yang ramah lingkungan demi keberlanjutan lingkungan.
Ia pun mengatakan akan memikirkan kesejahteraan nelayan, salah satunya dengan rencana penerapan program asuransi untuk nelayan yang menyeluruh, meliputi asuransi kesehatan, kecelakaan, dan jaminan hari tua.
“Dunia semakin berkembang. Indonesia pun selalu berkembang. Kita tidak boleh overfishing. Kita akan ganti alat tangkap yang berbahaya bagi lingkungan menjadi alat tangkap yang lebih ramah lingkungan," kata Menteri Kelautan dan Perikanan.
"Fasilitasi proses peralihan alat tangkap cantrang," kata Direktur Eksekutif Pusat Kajian Maritim untuk Kemanusiaan Abdul Halim, di Jakarta, Selasa.
Menurut dia, proses peralihan cantrang ke alat tangkap yang lebih ramah lingkungan dapat diperlancar prosesnya dengan memberikan semacam bentuk intensif.
Abdul Halim berpendapat bahwa bentuk intensif yang dapat diberikan kepada kalangan nelayan antara lain adalah kemudahan dalam mengurus perizinan melaut.
Sebelumnya, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Tegal telah menemui Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dan menyatakan siap mengganti dan menggunakan alat tangkap ikan yang lebih ramah lingkungan.
"Kami 15.000 nelayan siap berubah dan mengganti alat tangkap yang lebih ramah lingkungan. Kami akan deklarasikan. Kami siap diatur," kata Ketua HNSI Kota Tegal Riswanto saat beraudiensi dengan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, di kantor KKP, Jakarta, 11 Februari.
Dalam pertemuan itu ikut serta Wakil Walikota Tegal Muhammad Jumadi Idris beserta jajarannya mendampingi para nelayan.
"Semoga kita bisa selalu berkolaborasi dan bersinergi untuk sama-sama dalam menyejahterakan nelayan,” ujar Riswanto di depan Menteri Trenggono.
Tak hanya mendukung rencana KKP mengatur penggunaan API, Riswanto juga bercerita tentang pelaksanaan asuransi bagi nelayan dengan kegunaan yang menyeluruh.
Ia mengutarakan harapannya agar regulasi yang akan dikeluarkan oleh KKP akan menyejahterakan nelayan.
Dalam pertemuan tersebut, Menteri Trenggono memang mengajak nelayan pesisir Kota Tegal untuk beralih ke alat tangkap yang ramah lingkungan demi keberlanjutan lingkungan.
Ia pun mengatakan akan memikirkan kesejahteraan nelayan, salah satunya dengan rencana penerapan program asuransi untuk nelayan yang menyeluruh, meliputi asuransi kesehatan, kecelakaan, dan jaminan hari tua.
“Dunia semakin berkembang. Indonesia pun selalu berkembang. Kita tidak boleh overfishing. Kita akan ganti alat tangkap yang berbahaya bagi lingkungan menjadi alat tangkap yang lebih ramah lingkungan," kata Menteri Kelautan dan Perikanan.
Pewarta : M Razi Rahman
Editor : Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Enam desa di Kepri jadi sasaran proyek penguatan ekonomi biru berbasis alam
11 February 2026 6:18 WIB
Pertamina siapkan 50.000 kl biosolar bersubsidi untuk Kota Batam tahun 2026
22 January 2026 16:47 WIB
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
Perum Bulog proses pembangunan infrastruktur pascapanen di Natuna perkuat ketahanan pangan
16 February 2026 13:45 WIB