
Sekwan Kepri gunakan perusahaan kerabatnya sejak menjabat Kabiro Umum

Tanjungpinang (ANTARA) - Sekretaris DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Martin Luther Maromon diduga menggunakan CV Navi Permata Cemerlang, perusahaan milik kerabatnya sejak menjabat sebagai Kepala Biro Umum Sekretariat Daerah untuk mengerjakan sejumlah proyek.
Berdasarkan data, yang diperoleh Antara, di Tanjungpinang, Jumat, CV Navi Permata Cemerlang memperoleh sejumlah kegiatan pengadaan pada tahun 2021, dengan enam kali pencairan. Selain itu, perusahaan ini juga memperoleh kegiatan pemeliharaan taman sebesar Rp724 juta.
Baru sekitar tujuh bulan menjabat sebagai Sekretaris DPRD Kepri, Martin juga melibatkan perusahaan itu dalam pengadaan pakaian dinas, dengan anggaran Rp541 juta. Anggaran kegiatan dicairkan pada akhir Desember 2021, namun pakaian tersebut belum selesai dikerjakan.
Sebelumnya, Martin mengakui CV Navi Permata Cemerlang, yang memiliki hubungan dengan Navi Tailor dan Navi Catering, milik kerabatnya. Pengadaan makan dan minum untuk kegiatan DPRD Kepri di Batam, diberikan kepada Navi Catering. Sementara pengadaan pakaian dinas dan atribut pimpinan anggota DPRD Kepri, pakaian sipil lengkap, pakaian dinas harian, dan pakaian dinas lapangan dikerjakan oleh Navi Tailor.
"Itu perusahaan kerabat saya, bukan perusahaan anak saya. Anak saya hanya bekerja di perusahaan itu," ujar Martin saat dikonfirmasi.
Anggaran untuk pengadaan pakaian dinas dan atribut pimpinan serta anggota DPRD Kepri Rp19,8 juta, pakaian sipil lengkap Rp188,3 juta, pakaian dinas harian Rp65,9 juta, dan pakaian dinas lapangan Rp82,4 juta.
Hasil penelusuran Antara, Navi Tailor belum menyelesaikan pekerjaannya. Namun anggaran untuk kegiatan tersebut, cair sejak Desember 2021.
Martin tidak dapat menjelaskan persoalan itu. Namun memastikan seluruh kegiatan itu, dilaksanakan, bukan fiktif.
"Barangnya ada. Teknisnya coba tanya ke-PPTK dan keuangan," ucapnya.
Penelusuran berlanjut kepada Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pengadaan pakaian tersebut, Herman Muis, dan Kepala Bagian Keuangan DPRD Kepri, Jhon A Barus. Herman mengatakan pengguna anggaran kegiatan itu adalah Martin.
"Saya sudah bertanya kepada Pak Martin, apakah pakaian tersebut dapat selesai tepat waktu. Jawabannya, bisa," kata Herman, yang sejak Oktober 2021 menjabat sebagai Kasubag Tata Usaha dan Humas DPRD Kepri.
Herman mengaku sampai sekarang belum pernah mengunjungi Navi Tailor. Ia ragu menegaskan bahwa pengadaan pakaian itu belum selesai 100 persen.
Ia malah berulang kali menyebutkan pakaian adat untuk pimpinan dan anggota DPRD Kepri, hasilnya memuaskan.
"Kemarin, saya ke Navi Tailor untuk memastikannya," katanya.
Ia mengaku proyek pakaian itu sudah selesai dikerjakan, namun baru diambil.
"Saya malah dimarah tadi karena lambat ambil pakaian itu," ujar Herman.
Berdasarkan informasi, baru lima orang PNS yang hari ini mendapatkan pakaian dinas tersebut. Pengambilan pakaian dinas itu di ruang kerja Herman.
"Kalau yang lain merasa belum diukur karena penjahit ada data lama yang masih dapat digunakan," ucapnya berdalih.
Terkait proses pencairan anggaran, Jhon A Barus menegaskan proses pencairan anggaran kegiatan hanya bisa terjadi bila dokumen lengkap.
"Dokumennya lengkap, kami sudah memeriksanya sehingga anggaran tersebut cair," ujarnya.
Pewarta : Nikolas Panama
Editor:
Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026
