Jerman hadapi risiko resesi akibat krisis gas Rusia

id resesi Jerman,pasokan gas,gas Rusia,sanksi Rusia

Jerman hadapi risiko resesi akibat krisis gas Rusia

Foto Dokumen: Pipa di fasilitas pendaratan pipa gas 'Nord Stream 1' digambarkan di Lubmin, Jerman, 8 Maret 2022. ANTARA/REUTERS/Hannibal Hanschke/Foto Dokumen

Ini adalah dimensi baru. Strategi ini tidak bisa dibiarkan berhasil
Berlin/Kopenhagen (ANTARA) - Jerman kini bersiap menghadapi risiko resesi tertentu jika pasokan gas Rusia berhenti sepenuhnya. Sebuah badan industri memperingatkan pada Selasa (21/6/2022), sementara Pemerintah Italia masih mempertimbangkan menawarkan dukungan keuangan buat membantu perusahaan mengisi ulang penyimpanan gas guna menghindari krisis yang lebih dalam di musim dingin DI Jerman.

Negara-negara Uni Eropa dari Laut Baltik di utara hingga Laut Adriatik di selatan menguraikan solusi mengatasi krisis pasokan setelah invasi Rusia ke Ukraina menempatkan energi di jantung pertempuran ekonomi antara Moskow dan Barat.

Uni Eropa sampai sekarang mengandalkan Rusia sebanyak 40 persen dari kebutuhan gasnya sebelum perang - naik menjadi 55 persen untuk Jerman - meninggalkan celah besar untuk mengisi pasar gas global yang sudah ketat. 

Asosiasi industri BDI Jerman sehari yang lalu memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi untuk 2022 menjadi 1,5 persen dari 3,5 persen yang diperkirakan sebelum perang dimulai pada 24 Februari. Penghentian pengiriman gas Rusia akan membuat resesi di ekonomi terbesar Eropa tak terelakkan.

Gas Rusia masih dipompa melalui Ukraina tetapi  dikurangi kecepatannya. Pipa Nord Stream 1 di bawah Baltik, rute pasokan vital ke Jerman, bekerja hanya dengan kapasitas 40 persen. Moskow mengatakan sanksi Barat menghambat perbaikan; Eropa mengatakan ini adalah dalih untuk mengurangi pasokan.

Menteri Ekonomi Jerman Robert Habeck mengatakan pengurangan pasokan merupakan serangan ekonomi dan bagian dari rencana Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menimbulkan ketakutan.

"Ini adalah dimensi baru. Strategi ini tidak bisa dibiarkan berhasil," kata Haberk

Menteri Transisi Ekologi Roberto Cingolani mengatakan  pemerintah berencana untuk membeli batu bara jika perlu menggunakan pembangkit listrik berbahan bakar batu bara untuk menghemat gas. Cingolani juga meminta operator jaringan gas Snam mengambil langkah-langkah untuk membantu membawa stok gas ke sekitar tingkat yang ditargetkan untuk Juni.

Harga acuan gas untuk Eropa diperdagangkan sekitar 126 euro (133 dolar AS ) per megawatt hour (MWh), di bawah puncak tahun ini 335 euro tetapi melonjak lebih dari 300 persen dari tahun lalu. Negara-negara selain Italia, termasuk Austria, Denmark, Jerman dan Belanda, telah mengaktifkan tahap peringatan dini pertama dari rencana tiga tahap untuk mengatasi krisis pasokan gas.







Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Jerman hadapi risiko resesi karena krisis gas Rusia semakin dalam
Pewarta :
Editor: Nikolas Panama
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Komentar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE