Logo Header Antaranews Kepri

Pakar: Subvarian BA.4.6 terdeteksi di-43 negara

Rabu, 10 Agustus 2022 19:46 WIB
Image Print
Direktur Pasca-Sarjana Universitas YARSI Prof Tjandra Yoga Aditama. (ANTARA/HO-YARSI).
BA.4.6 sudah dilaporkan ada di setidaknya 43 negara, dan diperkirakan sudah ada sejak beberapa minggu yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Direktur Pasca-Sarjana Universitas YARSI Prof Tjandra Yoga Aditama mengemukakan subvarian baru COVID-19 BA.4.6 saat ini telah terdeteksi di-43 negara.

"BA.4.6 sudah dilaporkan ada di setidaknya 43 negara, dan diperkirakan sudah ada sejak beberapa minggu yang lalu," kata Tjandra Yoga Aditama melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan laporan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat menyebutkan varian tersebut merupakan 4,1 persen kasus COVID-19 di negara setempat berdasarkan hasil penelusuran hingga 30 Juli 2022. Negara bagian Amerika yaitu Iowa, Kansas, Missouri dan Nebraska angkanya mencapai 10,7 persen. Di daerah mid-Atlantic dan di Selatan juga angkanya lebih tinggi dari rata-rata nasional.

Tjandra yang juga Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara mengatakan BA.4.6 juga 12 persen lebih mudah menular dibanding BA.2.75 di dunia secara umum, dan bahkan dapat sampai 53 persen lebih mudah menular dari BA.2.75 di Asia.

Sub varian BA.4.6 secara genomik agak mirip dengan BA.4, perbedaannya adalah pada mutasi spike/tonjolan R346T, katanya menambahkan.

"Secara umum belum ada bukti bahwa BA.4.6 akan menimbulkan penyakit lebih berat, atau apakah dapat menghindar dari imunitas, atau apakah resisten terhadap vaksin," ujarnya.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pakar: Subvarian BA.4.6 telah terdeteksi di 43 negara



Pewarta :
Editor: Nikolas Panama
COPYRIGHT © ANTARA 2026