
Si Merah Menggoda dari Tanah Papua

Batam (ANTARA News) - Mengunjungi arena Pekan Flori Flora Nasional (PF2N) di Batam, Provinsi Kepulauan Riau, pengunjung akan dapat menemukan berbagai jenis tanaman, bunga hingga buah-buahan yang dijual maupun dipamerkan di perhelatan yang digelar 15- 22 Juli 2010 .
Masing-masing stand dari berbagai daerah mencoba menampilkan produk-produk yang menjadi unggulan masing-masing daerah. Diantaranya adalah stand Provinsi Papua yang menampilkan produk buah unggulannya--Buah Merah.
Buah Merah merupakan buah tradisional dari tanah Papua yang oleh masyarakat setempat disebut dengan buah Kuansu.
Si Merah yang memiliki nama latin Pandanus Conoideus Lam ini, disebut-sebut hanya dapat tumbuh dan berkembang di Papua saja.
Menurut Yunus Rumbino, Kepala Kebun Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Papua, tanaman dari keluarga pandan-pandanan dapat tumbuh di seluruh Indonesia. Namun dia mengakui jenis Pandanus Conoideus Lam yang dapat menghasilkan buah hanya ada di Papua.
"Kandungan unsur hara di tanah Papua masih cukup asli dan belum banyak terkontaminasi bahan kimia," kata Rumbino.
Hal ini menurutnya yang menjadi penyebab Buah Merah dapat berkembang di Papua. Dia juga mengakui belum pernah menemukan Buah Merah yang ditanam di luar Papua mampu menghasilkan buah yang sama seperti di Papua.
Rumbino menyebutkan Buah Merah merupakan tanaman yang dapat dikembangkan di dataran rendah maupun dataran tinggi. Pada awalnya, kata Rumbino, tanaman Buah Merah ini merupakan tanaman liar yang tumbuh di hutan-hutan yang ada di Papua.
Tanaman Buah Merah ini, kata Rumbino, banyak ditemukan di daerah seperti Jayapura, Manokwari, Nabire, dan Wamena.
Saat tanaman ini tumbuh, lanjut Rumbino, tinggi tanaman dapat mencapai 16 meter tinggi dengan batang bebas cabang dapat mencapai tinggi 5 hingga 8 meter. Buah yang dihasilkan sama seperti yang dipamerkan dalam acara PF2N yang mencapai tinggi 55 sentimeter dengan diameter 12 sentimeter dan berat lebih dari 1,5 kilogram.
Buah Merah bagi masyarakat pedalaman Papua, menurut Rumbino sering digunakan sebagai bahan makanan campuran. Namun dalam perkembangannya, Buah Merah ini ternyata memiliki berbagai khasiat.
Dia mengatakan Buah Merah ini memiliki khasiat tinggi dalam meningkatkan vitalitas kaum pria.
"Pertumbuhan penduduk di pedalaman yang banyak mengkonsumsi Buah Merah ini lebih tinggi dibandingkan di daerah pesisir yang ada di wilayah Papua," jelas Rumbino sambil tersenyum.
Selain itu, berdasar hasil penelitian yang dilakukan oleh beberapa kalangan akademisi di Indonesia, Buah Merah ini juga memiliki khasiat untuk mengobati berbagai macam penyakit seperti kanker, diabetes, ketergantungan terhadap narkotika dan bahkan leukimia.
Kandungan yang terdapat dalam Buah Merah antara lain karoten, betakaroten dan tokoferol.
Buah Merah sebagai media pengobatan dalam perkembangannya dimodifikasi dalam berbagai bentuk seperti ektrak maupun kapsul.
Banyaknya faedah yang dapat dipetik dari Buah Merah ini membuat komoditi ini memiliki nilai ekonomi yang tinggi.
Rumbino menyebut harga Buah Merah di Papua saat ini mencapai Rp150 ribu hingga Rp200 ribu untuk setiap buahnya.
Pemerintah Provinsi Papua, kata Rumbino, saat ini tengah menggalakkan penanaman Buah Merah di kalangan masyarakat Papua.
Menurutnya, Pemerintah Papua membuka banyak lahan baru untuk penanaman Buah Merah ini dan memberikan bibit secara gratis kepada masyarakat.
"Hasilnya dinikmati oleh masyarakat, Pemerintah hanya memberi stimuus," kata Rumbino.
Namun, kata Rumbino, hingga saat ini Pemerintah Papua belum pernah mendata berapa banyak jumlah Buah Merah yang dihasilkan dalam setiap tahunnya.
Kesulitan pendataan ini, lanjutnya, diakibatkan banyaknya penjualan yang dilakukan secara ilegal keluar daerah terhadap si Merah yang menggoda dari Papua.
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
