Logo Header Antaranews Kepri

OJK Kepri terima 356 pengaduan sepanjang Januari 2021 hingga Agustus 2022

Selasa, 11 Oktober 2022 16:06 WIB
Image Print
Kepala OJK Kepri, Rony Ukurta Barus (ANTARA/Jessica)

Batam (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Riau menerima sebanyak 356 pengaduan dalam layanan konsumen sepanjang Januari 2021 hingga Agustus 2022.

Kepala OJK Kepri, Rony Ukurta Barus di Batam, Selasa menyebutkan dalam layanan konsumen OJK pihaknya juga menerima 767 layanan informasi dan 3.483 layanan pertanyaan dari konsumen.

"Kita terima pengaduan sebanyak 356 pengaduan, kita rinci berdasarkan lembaga jasa keuangan (LJK) ada 138 pengaduan perbankan, 164 pengaduan perusahaan pembiayaan, 23 pengaduan perusahaan asuransi, 2 pengaduan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) lainnya, 2 pengaduan pasar modal dan 27 pengaduan jasa pinjaman daring (pinjol)," kata Rony.

Secara kumulatif total layanan konsumen OJK Kepri mencapai 4.606 layanan.

Lebih lanjut Rony menjelaskan total tahapan pengaduan berdasarkan status penyelesaian dari 356 pengaduan yang diterima OJK Kepri, sebanyak 331 pengaduan telah selesai, 9 pengaduan masih menunggu tanggapan konsumen, 9 dalam penanganan Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) dan 7 lainnya dalam penanganan Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa (LAPS).

"Dalam proses pengaduan kepada OJK ada tahapan-tahapan yang dilalui. Jadi misalnya ada masyarakat yang melakukan pengaduan kepada kita, itu ada website Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen (APPK), bisa juga datang ke kantor bagi masyarakat yang belum paham dengan APPK itu nanti akan kami input. Kemudian atas pengaduan itu diterima secara real time di industrinya, dan akan diberi waktu 20 hari kerja untuk menanggapi," ujar dia.

Selain itu, Rony mengatakan dalam kondisi pandemi COVID-19, OJK Kepri tetap melaksanakan kegiatan edukasi kepada masyarakat baik secara daring, hybrid dan tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Sejak Januari 2021 hingga Agustus 2022, OJK Kepri telah melakukan 27 kegiatan edukasi kepada seluruh kalangan masyarakat dengan topik pembahasan yang beragam dengan jumlah peserta kurang lebih sebanyak 4.124 orang.

"Materi yang disampaikan kepada peserta mengenai produk layanan dan jasa keuangan formal, waspada investasi bodong dan pinjaman online legal, serta pengelolaan keuangan keluarga dan UMKM," demikian Rony.



Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026