Logo Header Antaranews Kepri

Wali Kota Tanjungpinang Panen Perdana Ikan Kerapu

Rabu, 3 November 2010 23:46 WIB
Image Print
Wali Kota Tanjungpinang Suryatati A Manan memanen perdana ikan kerapu budidaya kelompok nelayan di Madong. (kepri.antaranews.com/Henky Mohari)

Tanjungpinang (ANTARA News) - Wali Kota Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau Suryatati A Manan memanen perdana ikan kerapu hasil budidaya di Desa Madong dan mengharapkan bisnis itu bisa meningkatkan pendapatan nelayan.

"Prospek dari budidaya ini sangat menjanjikan. Saya berharap bisa meningkatkan pendapatan nelayan selain dari hasil melaut," kata Suryatati saat melakukan panen perdana budidaya ikan kerapu di Desa Madong, Tanjungpinang, Rabu.

Budidaya ikan kerapu oleh Kelompok Usaha Bersama (Kube) Nelayan Madong merupakan bantuan dari Pemkot Tanjungpinang untuk meningkatkan pendapatan nelayan.

Di Madong, budidaya itu dikelola dua kelompok nelayan yang semuanya mendapatkan bantuan dari Pemkot Tanjungpinang mulai dari pembuatan keramba hingga penyediaan bibit.

Salah seorang Ketua Kube di Madong, Salim mengatakan bantuan dari pemerintah sangat membantu nelayan dalam meningkatkan pendapatan, apalagi prospek usaha budidaya ikan kerapu sangat menjanjikan dan permintaan pasar dewasa ini cukup tinggi.

"Permintaan pasar cukup tinggi, sebelum kami panen hari ini sudah banyak pembeli yang datang," katanya.

Menurut dia, harga ikan kerapu yang dijual petani kepada pedagang pengumpul mencapai Rp85 ribu/kg.

"Kami belum bisa langsung ekspor ikan tersebut ke Singapura atau ke Jepang, makanya harga masih murah," katanya.

Dia mengatakan, budidaya ikan kerapu yang dilakukan kelompoknya baru pertama kali dilakukan dan bibit didatangkan dari Aceh.

Pada panen perdana tersebut, menurut dia diperkirakan mencapai 200 kg dari 400 ekor ikan kerapu yang sudah dibesarkan selama 9 bulan.

"Ini baru tahap pertama, mudah-mudahan pada tahap kedua kami bisa tingkatkan lagi dan juga kami berharap tambahan bantuan modal dari pemerintah," katanya. (ANT-029/A013/Btm1)



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026