Logo Header Antaranews Kepri

Pemkab Karimun Diminta Optimalkan Sektor Jasa

Selasa, 9 November 2010 21:00 WIB
Image Print

Karimun (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau diharapkan mulai mengoptimalkan sektor jasa, terutama jasa kepelabuhan sebagai pengganti sektor tambang granit untuk pendapatan asli daerah pada 2011.

''Sudah seharusnya pemerintah daerah melirik sektor jasa agar pendapatan asli daerah (PAD) tidak lagi bergantung pada sektor tambang granit,'' kata Ketua DPRD Karimun Raja Bakhtiar, di Tanjung Balai Karimun, Selasa.

Menurut Raja Bakhtiar, sektor tambang granit masih menjadi primadona bagi PAD sejak Karimun dimekarkan menjadi kabupaten.

Upaya dini melirik sektor jasa merupakan langkah antisipasi makin berkurangnya pendapatan dari sektor granit.

''Sumber daya tambang merupakan kekayaan alam yang tidak dapat diperbaarui. Makin lama makin menyusut yang tentunya berdampak pada PAD. Inilah yang harus diantisipasi sejak dini,'' katanya.

Dia sependapat dengan pemikiran Bupati Nurdin Basirun yang akan menggarap jasa kepelabuhanan sebagai potensi PAD di masa mendatang.

"Sebagai daerah maritim, sektor kepelabuhanan dan kelautan merupakan kekayaan alam yang melimpah dan belum dimanfaatkan secara optimal,'' ucapnya.

Meningkatnya retribusi jasa kepelabuhanan melalui pas pelabuhan dan jasa labuh jangkar di perairan "ship to ship transfer", menurut dia sesuatu yang sangat positif.

"Kami berharap digali lebih optimal. DPRD mendukung penuh upaya-upaya penggalian sumber PAD baru,'' katanya.

Bupati Nurdin Basirun dalam satu kesempatan menyatakan tekadnya untuk menggarap sektor jasa sebagai sumber PAD baru.

Dia mengatakan status perdagangan bebas atau "free trade zone" (FTZ) merupakan peluang yang harus ditangkap dengan melahirkan industri turunan dari kegiatan perusahaan di FTZ.

''Industri turunan itu adalah sektor jasa, seperti pelabuhan, jasa labuh jangkar di pelabuhan STS dan lainnya,'' katanya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Cendra Nawazir menyatakan target 10 miliar untuk retribusi pas pelabuhan dan jasa labuh jangkar di STS pada 2010 terwujud.

Dia mengatakan separuh dari target tersebut sudah tercapai pada semester pertama 2010.

''Ke depan, kami memproyeksikan pelabuhan kargo dan penyeberangan Parit Rampak serta pelabuhan Malarko sebagai sumber PAD baru,'' ucapnya.(ANT-028/A013/Btm1)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026