
Harga sembako di Tanjungpinang stabil meski BBM nonsubsidi naik

Tanjungpinang, Kepri (ANTARA) - Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menyatakan harga kebutuhan pokok atau sembako masih stabil kendati harga BBM nonsubsidi naik per 1 Februari 2023.
"Hasil pantauan kami, harga bahan pokok tetap stabil. Belum ada pengaruh signifikan sebagai dampak dari kenaikan harga BBM nonsubsidi oleh PT Pertamina," kata Kepala Bidang Stabilisasi Harga Disdagin Tanjungpinang, Muhammad Endy Febri di Tanjungpinang, Kamis.
Dia juga menyebutkan kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax Turbo maupun Pertamina Dex biasanya tidak terlalu berpengaruh pada harga sembako, khususnya di Tanjungpinang.
Hal ini, menurutnya, disebabkan pebisnis jasa angkutan laut dan darat lebih banyak menggunakan BBM jenis pertalite dan solar.
"Pengiriman sembako dari luar daerah ke Tanjungpinang lebih banyak menggunakan jalur laut, termasuk jalur udara kalau pengiriman komoditas cabai dari Pulau Jawa," ujarnya.
Ia menyampaikan dari hasil pemantauan harga sembako di dua pasar tradisional Tanjungpinang, yakni Pasar Bintan Center dan Pasar Baru, dalam sepekan terakhir harga sembako relatif stabil namun memang terjadi kenaikan pada harga cabai dan sayur.
Harga cabai khususnya cabai merah dan rawit Jawa naik di kisaran Rp8 sampai Rp10 ribu per kilogram dipicu biaya angkut pengiriman menggunakan pesawat dari Surabaya.
Sementara harga sayur seperti sawi, bayam, kangkung, kacang panjang naik di kisaran Rp5 ribu sampai Rp8 ribu per kilogram yang diakibatkan tidak maksimalnya hasil panen sayur lokal dipicu faktor alam berupa curah hujan tinggi.
"Mudah-mudahan fluktuasi kenaikan harga cabai maupun sayur tak bertahan lama, apalagi cuaca sudah mulai bagus," ujar dia.
Sementara untuk harga bahan pokok lainnya, seperti beras di kisaran Rp13 ribu sampai Rp14 ribu per kilogram, gula pasar Rp13 ribu sampai Rp14 ribu per kilogram, minyak goreng curah Rp14 ribu per kilogram, tepung terigu Rp11 ribu per kilogram, daging sapi beku Rp98 ribu per kilogram, dan daging ayam Rp38 ribu per kilogram.
Lalu, telur ayam Ep1.900 per butir, bawang merah Rp38 ribu per kilogram, bawang putih Rp23 ribu per kilogram, kentang Rp15 ribu per kilogram, kol Rp8 ribu per kilogram, wortel Rp16 ribu per kilogram, tomat Rp16 ribu per kilogram.
Harga ikan tongkol Rp25 ribu per kilogram, selar Rp45 ribu per kilogram, selikur Rp30 ribu per kilogram, tenggiri Rp75 per kilogram, dan sotong Rp100 ribu per kilogram.
"Besok, Jumat (3/2), kami kembali melakukan pemantauan harga sembako di pasaran," ujarnya.
PT Pertamina Patra Niaga, Subholding Commercial & Trading Pertamina, melakukan penyesuaian harga jual produk-produk BBM non subsidi, yang berlaku mulai 1 Februari 2023.
"Penyesuaian harga BBM non subsidi, Pertamax Turbo dan Pertamina Dex ini berlaku mulai hari ini, Rabu, 1 Februari. Evaluasi dan penyesuaian harga untuk JBU akan terus kami lakukan secara berkala setiap bulannya," kata Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Susanto August Satria dalam keterangan tertulis yang diterima di Batam, Rabu (1/2).
Harga Pertamax Turbo naik menjadi Rp15.450 per liter, dari sebelumnya Rp14.650. Harga Pertamina Dex naik menjadi Rp17.550 per liter dari sebelumnya Rp17.450 per liter sejak penyesuaian harga terakhir dilakukan pada 3 Januari 2023.
"Harga baru ini berlaku di Provinsi Kepulauan Riau. Stok BBM subsidi dan non subsidi di Kepri dalam keadaan aman," kata dia.
Ia mengatakan harga baru per 1 Februari 2023 itu sesuai dengan penetapan harga yang diatur dalam Kepmen ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 sebagai perubahan atas Kepmen No. 62/K/12/MEM/2020 tentang formulasi harga JBU atau BBM non subsidi.
Pertamax Turbo adalah produk unggulan Pertamina dengan RON (Research Octane Number) tertinggi 98 yang memenuhi kebutuhan kendaraan bermesin bensin dengan teknologi tinggi. Pertamina Dex merupakan bahan bakar diesel dengan CN (Cetane Number) tertinggi 53, yang menjaga mesin dan meningkatkan power mesin secara maksimal, juga menjaga lingkungan dengan standar EURO 4.
Pewarta : Ogen
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
