Logo Header Antaranews Kepri

Pemkab Minta Camat se-Karimun Perkecil Golput

Kamis, 18 November 2010 21:45 WIB
Image Print
Sekretaris Daerah Karimun Anwar Hasyim. (kepri.antaranews.com/Rusdianto)

Karimun (ANTARA News) - Pemerintah Daerah Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, meminta para camat untuk berperan aktif memperkecil pemilih yang tidak memilih atau golput dalam pemilihan bupati dan wakil bupati periode 2011-2016 pada 5 Januari 2011.

"Kami telah meminta hal ini dalam berbagai kesempatan. Selain camat, kepala desa, lurah hingga Ketua RW dan RT juga kami minta mengampanyekan pentingnya memilih dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada)," kata Sekretaris Daerah Karimun Anwar Hasyim di Tanjung Balai Karimun, Kamis.

Anwar tidak membantah bahwa partisipasi pemilih diprediksi rendah seperti terjadi dalam Pemilihan Gubernur Kepri, Mei lalu dengan angka golput mencapai 46,82 persen.

Prediksi tingginya golput muncul karena Pilkada Karimun hanya diikuti dua pasang. Pasangan "incumbent" Nurdin Basirun-Aunur Rafiq dianggap akan sangat mudah mengalahkan pasangan Syamsuardi-Syuryaminsyah.

Syamsuardi, mantan Asisten III Setkab dan Syuryaminsyah, mantan Kepala Dinas Pariwisata dinilai tidak akan mampu menyaingi Nurdin-Rafiq.

"Anggapan itu membuat warga bersikap masa bodoh, mereka jadi malas ke TPS untuk memilih karena yakin pasangan 'incumbent' tampil sebagai pemenang," kata dia.

Dia menuturkan, Pilkada dinyatakan sukses bukan hanya dalam pelaksanaannya, tapi juga diukur dari partisipasi pemilih.

"Tingginya partisipasi pemilih menjadi satu tolok ukur suksesnya pilkada," katanya.

Dia juga mengakui telah mengimbau para pegawai di lingkungan pemerintah daerah berpartisipasi aktif menggunakan hak pilihnya dalam pesta demokrasi ketiga di kabupaten itu.

"Imbauan itu kami sampaikan setiap apel pagi. Kami hanya mendorong mereka tidak golput dan tidak mengarahkan pada pasangan tertentu," tuturnya.

Untuk memperkecil golput, dia juga meminta KPU menggencarkan sosialisasi serta bersinergi dengan pemerintah daerah.

"Kami meminta KPU untuk menyusun jadwal dan memanfaatkan kegiatan pemerintah daerah untuk melakukan sosialisasi," katanya.

Menurut dia, sosialisasi guna memperkecil golput dapat dilakukan pada kegiatan keagamaan di masjid, gereja, klenteng dan rumah-rumah ibadah lainnya.

"Kami mengimbau warga masyarakat agar datang ke TPS untuk memilih demi pembangunan Karimun ke depan," tambahnya. (ANT-028/Btm1)



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026