Logo Header Antaranews Kepri

RS lapangan Indonesia di Turki telah layani 2.000 warga korban gempa

Sabtu, 25 Februari 2023 14:05 WIB
Image Print
RS lapangan Indonesia beroperasi di Kota Hassa, Provinsi Hatay, Turki untuk melayani dan merawat warga setempat yang terdampak gempa bumi. (ANTARA/HO-KBRI Ankara)

Jakarta (ANTARA) - Sekitar 2.000 warga Turki korban gempa bumi di sekitar Kota Hassa, Provinsi Hatay, telah mendapat layanan medis dari Rumah sakit (RS) lapangan yang dioperasikan Tim Darurat Medis (EMT) Indonesia di daerah itu.

KBRI Ankara dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (25/2/2023) mengatakan, rumah sakit tersebut telah 9 hari beroperasi di daerah terdampak bencana alam tersebut. Dalam sehari, Ina-EMT menerima sekitar 200 pasien atau atas kapasitas yang diperkirakan.

"Animo pasien tinggi sekali. Tampaknya mereka nyaman berobat di Ina-EMT. Cerita tentang kenyamanan pelayanan di Ina-EMT meluas di tengah warga,” tutur Wakil Ketua Ina-EMT dr. Corona Rintawan.

Meskipun secara resmi RS tersebut memiliki jam operasional, tetapi dalam praktiknya RS juga menerima seluruh pasien yang datang di luar jam operasional.

"Sekitar 70 persen pasien datang ke Ina-EMT dengan keluhan masalah pernafasan. Mungkin karena faktor cuaca, kondisi penampungan, dan debu akibat proses pembongkaran puing reruntuhan yang masih terus berlangsung,” tutur dr. Corona.

Selain memberikan pelayanan medis, Ina-EMT juga memberikan pelayanan kesehatan jiwa (psychosocial) pasca bencana di lokasi Ina-EMT maupun jemput bola ke desa-desa di sekitar lokasi rumah sakit lapangan.

Target pelayanan kesehatan jiwa yang dilakukan Ina-EMT meliputi orang dewasa maupun anak-anak.

Ina-EMT mulai mengoperasikan RS lapangan di Kota Hassa, Hatay, sejak 15 Februari 2023.

Ina-EMT adalah salah satu dari sembilan RS lapangan dari berbagai negara yang beroperasi di Provinsi Hatay, wilayah paling terdampak oleh gempa bermagnitudo 7,8 pada 6 Februari 2023.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: RS lapangan Indonesia telah layani 2.000 warga Turki terdampak gempa



Pewarta :
Editor: Fery Heriyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026