
OJK Kepri sasar para ibu rumah tangga Batam dalam kegiatan literasi keuangan syariah

Batam (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Kepulauan Riau (OJK Kepri) menyasar kalangan ibu rumah tangga yang tergabung dalam Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Batam, mengikuti kegiatan literasi keuangan syariah program Sahabat Ibu Cakap Literasi Keuangan Syariah (SICANTIKS).
Kepala OJK Kepri Sinar Danandjaya mengatakan program tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman perempuan khususnya ibu rumah tangga, dalam mengelola keuangan keluarga sesuai prinsip syariah.
“Kami bekerjasama dengan Pemerintah Kota Batam melalui program SiCantiks. Kami ingin mengedukasi ibu-ibu tentang bagaimana melakukan perencanaan keuangan yang baik dan memperkenalkan keuangan syariah,” kata Sinar saat dikonfirmasi di Batam, Kamis.
Program SICANTIKS merupakan inisiatif edukasi dari OJK yang dirancang untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah di kalangan perempuan.
Ia mengatakan bahwa sektor ibu rumah tangga, anggota majelis taklim, mubaligh dan pengurus masjid, menjadi sektor prioritas dalam program tersebut.
Sekretaris Daerah Kota Batam Firmansyah menekankan peran strategis Tim Penggerak PKK dalam membangun kesadaran finansial di tingkat keluarga.
Baca juga: Kejati Kepri hentikan penuntutan 2 perkara pidana umum melalui RJ
“Ketika ibu-ibu PKK memahami keuangan syariah dan mampu mengenali aktivitas keuangan ilegal, maka informasi tersebut akan menyebar hingga ke lingkungan keluarga dan masyarakat. Inilah kekuatan edukasi yang dimulai dari rumah tangga,” ujarnya.
Ia juga menyoroti fenomena yang kerap dialami pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Menurutnya, ada banyak pelaku usaha yang sebenarnya memiliki usaha produktif, namun gagal memperoleh akses pembiayaan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) karena memiliki catatan kredit yang buruk akibat pinjaman daring.
“Kita sering menemukan pelaku UMKM yang sebenarnya layak mendapatkan akses pembiayaan seperti KUR, namun tidak lolos karena terbentur catatan kredit akibat pinjaman online. Ini menjadi pelajaran penting agar masyarakat lebih bijak dalam memanfaatkan layanan keuangan,” katanya.
Ia menambahkan, edukasi keuangan menjadi sangat penting agar masyarakat tidak terjebak dalam pinjaman yang dapat merusak rekam jejak keuangan mereka di masa depan.
“Literasi keuangan bukan sekadar pengetahuan, tetapi menjadi benteng perlindungan bagi masyarakat agar tidak mudah terjebak dalam investasi bodong, pinjaman ilegal, maupun praktik keuangan yang merugikan,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, OJK Kepri juga memberikan pemaparan mengenai berbagai produk dan layanan keuangan syariah serta ciri-ciri aktivitas keuangan ilegal yang kerap menyasar masyarakat melalui berbagai modus.
Baca juga: Stok BBM Karimun dipastikan aman, Bupati Iskandarsyah minta warga tak panic buying
Pewarta : Amandine Nadja
Editor:
Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026
