Logo Header Antaranews Kepri

Pemprov Kepri Biayai Proyek Mubazir

Rabu, 1 Desember 2010 18:51 WIB
Image Print

Karimun (ANTARA News) - Lintaskomisi DPRD Karimun yang melakukan inspeksi mendadak ke Bandara Sei Bati, di Tebing, Kabupaten Karimun, mendapati proyek penimbunan landasan pacu Bandara tersebut yang dibiayai APBD Provinsi Kepri selama dua tahun anggaran berturut-turut senilai Rp3,8 miliar mubazir.

"Untuk memperbaiki proyek itu agar layak pakai dan sesuai dengan standarisasi konstruksi landasan pacu bandara, sedikitnya kami membutuhkan dana sebesar Rp13 miliar," ucap Kepala Bandara Sei Bati, Bonandar, di Tebing, Rabu.

Bonandar menjelaskan bila tidak segera diperbaiki, dia khawatir ketika landasan tersebut digunakan oleh pesawat fokker 50 untuk mendarat, besar kemungkinan pesawat tersebut akan amblas.

"Kepadatan proyek penimbunan landasan pacu itu sepanjang 500X80 meter yang dibiayai APBD Provinsi Kepri Tahun Anggaran 2007 sebesar Rp1,6 miliar dan penimbunan sepanjang 200X80 meter yang dibiayai APBD Provinsi Kepri pada tahun 2008 sebesar Rp2,2 miliar itu memiliki CBR (kepadatannya) dua. Sesuai standarisasi konstruksi bandara kepadatannya minimal harus enam," jelasnya.

Dia menuturkan, mulai dari perencanaan perpanjangan landasan pacu hingga pengerjaannya dinas terkait selaku pemilik proyek, konsultan perencana maupun pengawas serta kontraktor pelaksana tidak pernah berkoordinasi dengan Direktorat Bandara.

"Akibatnya setelah masterplan proyek kami peroleh tahun 2009, selanjut kami lakukan kajian teknis dengan PT Buana Tama Konsultan, baru kami ketahui bahwa kepadatan penimbunan landasan pacu sangat tidak layak," tuturnya.

Menurut dia, untuk menyikapi kondisi tersebut agar landasan pacu yang telah dibangun bisa digunakan dirinya bersama dengan Bupati Karimun, sudah tiga kali mendatangi Direktorat Jendral Perhubungan Udara.

"Tujuannya agar Bandara Sei Bati mendapat alokasi dana perbaikan, namun sampai saat ini upaya kami belum menemukan titik terang," ujarnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, awalnya Bandara Sei Bati memiliki landasan pacu sepanjang 900x23 meter. Kemudian tahun 2007 Pemerintah Provinsi Kepri menambah panjang landasan pacu itu hingga menjadi 1400 meter, pada tahun berikutnya kembali membiayai penimbunan landasan pacu sepanjang 200x80 meter.

Selanjutnya Pemkab Karimun pun turut membantu pembebasan lahan bandara itu seluas 3 hektar, saat ini bandara tersebut memiliki panjang landasan pacu 1600 meter. Sedangkan total luas lahan bandara itu sekitar 72 hektar.

Di tempat yang sama, Sekretaris Fraksi Hanura DPRD Karimun, Ady Hermawan, berpendapat tidak layaknya landasan pacu itu digunakan akibat kelalaian dari konsultan perencana proyek tersebut.

"Sudah tidak pernah berkoordinasi dengan pihak bandara, mereka juga tidak mengetahui secara teknis penimbunan landasan pacu, akibatnya dua proyek yang dibiayai APBD Provinsi Kepri tersebut mubazir," ucapnya.

Sedangkan menurut Sekretaris Fraksi Demokrat, Jamaluddin Sahari, pihak yang harus bertanggungjawab terkait pengerjaan proyek mubazir tersebut, tidak hanya konsultan perencana, tapi juga pemilik proyek berikut kontraktor pelaksananya.

Masih pada kesempatan yang sama, Sekretaris Fraksi PDIP, Jamaluddin, menemukan proyek pengerjaan batu miring di sisi kanan bandara juga asal jadi.

"Ada beberapa titik yang rubuh, kemungkinan setelah bandara itu dapat digunakan, jumlah titik batu miring yang rubuh akan bertambah. Entah bagaimana cara pemilik proyek mau menandatangani kontrak kerja proyek tersebut, sehingga tidak mengetahui bahwa pengerjaan proyek tersebut asal jadi," katanya.

Menurut dia temuan tentang pengerjaan proyek asal-asalan di Pulau Karimun Besar baru tahap awal.

"Tinjau langsung kelapangan akan terus kami lakukan hingga 22 Desember mendatang," katanya.

Sementara menurut anggota Fraksi Hanura, Zulfikar, selama kepemimpinan Nurdin Basirun-Aunur Rafiq, Pemkab Karimun telah membangun proyek fisik sebanyak 1000 proyek dengan total nilai anggaran lebih kurang sebesar Rp4 triliun.

"Semoga saja proyek fisik yang telah dibangun itu memiliki manfaat pada masyarakat banyak, bila tidak tentunya akan menjadi temuan kami," ujarnya. (ANT-HAM/M027/Btm1)



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026