
Pemkot Batam Bangun Simbol Kota

Batam (ANTARA News) - Pemerintah Kota Batam membangun simbol kota berupa tulisan besar "WELCOME TO BATAM" di bukit Batam Kota untuk menyambut wisatawan yang baru tiba di kota itu
"Tulisan itu langsung bisa terbaca dari Teluk Tering," kata Kepala Dinas Tata Kota Batam Gintoyono di Batam, Kamis.
Setiap huruf dalam simbol kota itu berukuran 10 m kali 5 m, dan tulisan berada di ketinggian 52 meter di atas air laut saat pasang tertinggi.
Pemerintah Kota Batam menyiapkan dana Rp470 juta untuk membangun simbol tulisan itu berikut biaya pemotongan bukit.
Selain simbol tulisan itu, Pemkot juga berencana membangun taman di sekitar bukit.
"Taman itu dibangun di bawah tulisan, berjarak sekitar lima meter. Masih di kaki bukit yang sama," kata dia.
Taman dibuat sebagai tempat rekreasi warga Batam dan wisatawan.
Dari taman itu, kata dia, warga bisa berfoto dengan latar belakang simbol kota.
"Selain itu, warga bisa menikmati pemandangan laut dari taman itu. Sangat cantik dan indah," kata dia.
Pemerintah kota akan menambah lampu dan pagar di sekitar simbol kota, demi mempercantik penampilan tulisan besar itu.
"Pagar harus dibuat agar tidak ada warga yang corat-coret di sana," kata dia.
Di tempat terpisah, anggota Komisi III DPRD Kota Batam Jefrry Simanjuntak mengatakan simbol kota itu dimaksudkan untuk mempercantik kota sekaligus ucapan selamat datang dari Pemkot dan masyarakat untuk wisatawan.
Ia mengatakan simbol kota itu sengaja dibangun di atas bukit Batam Kota menghadap ke Terminal Feri Internasional Batam Centre untuk menyapa wisatawan yang baru tiba di kota pulau.
Jeffry membantah bukit Batam Kota masuk dalam kawasan hutan lindung.
"Itu tidak termasuk hutan lindung. Kami memang sengaja memilih bukit itu karena menghadap pelabuhan," kata dia.
Rencananya simbol kota yang sama juga akan dibangun di sekitar Terminal Internasional Sekupang. "Nanti akan dianggarkan dalam APBD 2011," kata dia.
(Y011/N002/Btm2)
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
