
Empat Persen Warga Kepri Masih Buta Huruf

Tanjungpinang (ANTARA News) - Gubernur Kepulauan Riau, HM Sani mengatakan sekitar empat persen warga masyarakat diprovinsinya masih buta huruf atau buta aksara.
"Empat persen lebih masyarakat Kepulauan Riau (Kepri) masih buta aksara atau buta huruf," kata HM Sani dalam pencanangan Hari Kesatuan Gerak PKK-KB Kesehatan di Tanjungpinang, Senin, 20 Desember 2010.
Sani mengatakan, Pemerintah Provinsi Kepri menargetkan dua tahun ke depan seluruh masyarakat Kepri bebas dari buta aksara.
"Kalau bisa masyarakat Kepri tidak ada yang tidak bisa baca tulis walaupun sulit. Diatas 96 persen masyarakat yang bebas buta aksara bisa dikatakan berhasi, namun kami berharap harus lebih," kata Sani.
Dia mengatakan, buta aksara erat kaitannya dengan tingkat kemiskinan penduduk yang saat ini menjadi program utama pemerintah daerah untuk mengatasinya.
"Sebanyak 268 ribu lebih masyarakat Kepri masih dikategorikan masyarakat miskin, saya berharap kebersamaan bisa mengurangi atau meniadakan masyarakat miskin di Kepri," harap Gubernur.
Gubernur menambahkan, selain mengentaskan kemiskinan dan buta aksara, pemerintah daerah juga secara bersama-sama dengan instansi terkait mengadakan program kesehatan untuk ibu hamil dan menyesui.
"Kesehatan ibu hamil dan menyusui menjadi perhatian pemerintah, agar keturunan yang dihasilkan menjadi orang-orang yang sehat, kuat dan sejahtera," katanya. (ANT-NP/Btm1)
Selain pencanangan Hari Kesatuan Gerak PKK-KB Kesehatan tingkat Provinsi Kepri, juga diperingati Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional, Hari Penyandang Cacat Internasional serta penutupan program TNI Manunggal KB-Kesehatan.
Mereka yang dianggap berhasil dalam program revitalisasi KB di Kepri juga mendapatkan penghargaan dari Gubernur dan sekaligus penyerahan bantuan kursi roda bagi penyandang cacat.
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
