Logo Header Antaranews Kepri

Kemnaker selidiki dugaan tindak pidana perdagangan orang di Batam

Kamis, 13 April 2023 09:02 WIB
Image Print
Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor. (ANTARA/Asep Firmansyah)
Jakarta (ANTARA) -
Kementerian Ketenagakerjaan akan menyelidiki dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) pekerja migran Indonesia (PMI) nonprosedural di Kota Batam, Kepulauan Riau, menyusul laporan dan Menko Polhukam Mahfud MD.  
 
"Kita sedang memeriksa apa yang disampaikan Pak Mahfud. Kita sedang memeriksa, kita proses juga," kata Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor di Jakarta, Rabu.
 
Afriansyah mengatakan bahwa jalur Batam merupakan jalur "Gemuk" penyeludupan pekerja migran Indonesia nonprosedural. Ia juga tidak menampik bahwa ditemukan agen-agen ataupun sindikat yang bermain dalam penyeludupan itu.

Baca juga: Mahfud MD sebut 50 persen kasus perdagangan orang libatkan anak-anak
 
Ia sepakat dengan apa yang disampaikan Mahfud MD untuk menindak tegas siapa saja yang bermain dalam penyeludupan PMI nonprosedural. Kemnaker kini telah bersinergi dengan Kementerian/Lembaga untuk mengungkap dugaan TPPO itu.
 
"Ya, di sana memang betul-betul ada, tapi di situ kita juga harus memprosesnya bagaimana jalan tengah untuk ke depan yang lebih baik," kata dia.
 
Sebelumnya, Menko Polhukam Mahfud MD merinci kasus TPPO pada 2018 sebanyak 184 kasus, 2019 sebanyak 191 kasus, 2020 sebanyak 383 kasus, 2021 sebanyak 624 kasus, dan 2022 sebanyak 528 kasus.
 
Dari seluruh kasus yang ada, 85 persen TPPO ini terjadi di daerah perbatasan. Mahfud menyebut daerah perbatasan sangat rentan menjadi tempat penyelundupan PMI nonprosedural.

Baca juga: Pengiriman 10 pekerja migran ilegal ke Kamboja digagalkan Polda Kepri
 
Data tersebut diambil dari Bareskrim Polri pada 2022. Aktifitas ini banyak terjadi di Provinsi Sumatera Utara, Kepulauan Riau, dan Kalimantan Utara.
 
"Bahwa jalan-jalan tikus itu ya ada juga. Tetapi sejak saya berdiskusi kemarin justru melalui jalur formal yang banyak dan itu tidak ada yang memberi lampu kuning," ucapnya.
 
Khusus di wilayah Kepri, berdasarkan data sejak 2021 sampai 2023, tercatat sudah ada 62 kasus penyelundupan orang dengan tersangka 118 orang dengan korban 546 orang.
 
Tingginya aktivitas di perbatasan ini disebabkan oleh kurangnya kesadaran masyarakat akan migrasi yang aman, kurangnya pengamanan, dan kapasitas petugas.

Kata Mahfud soal perdangan orang di Batam...
 

Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026