Logo Header Antaranews Kepri

Panglima TNI tegaskan tak ada penambahan prajurit dan alutsista di Papua

Selasa, 18 April 2023 21:46 WIB
Image Print
Panglima TNI Laksamana Yudo Margono (tengah) Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dudung Abdurachman (kanan) Panglima Kostrad, Letjen TNI Maruli Simanjuntak (kiri) memberikan keterangan kepada wartawan di Base Ops TNI Lanudal Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (18/4/2023). . ANTARA FOTO/Umarul Faruq/hp.
Jakarta (ANTARA) - Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono menegaskan tidak ada penambahan prajurit dan alutsista di Papua terutama setelah penyerangan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Mugi-man, Nduga.

Panglima TNI Laksamana Yudo menjelaskan kebijakan yang ada rotasi pasukan di Papua, terutama untuk mereka yang cukup lama bertugas di Papua.

“Tidak ada penambahan pasukan, yang ada adalah rotasi, termasuk pasukan (yang ada di Nduga) ini hampir setahun bertugas, tentunya ini akan kami tarik dan rotasi dengan pasukan yang baru,” kata Panglima TNI di Lanud Yohanis Kapiyau, Timika, Papua, Selasa, yang rekamannya disiarkan Pusat Penerangan TNI di Jakarta.

Ia menjelaskan rotasi prajurit merupakan kebijakan yang biasa dilakukan oleh TNI.

“Kemarin saya lepas sekitar 1.200 (prajurit) itu dari Medan, Palembang, Kalimantan Tengah, Makassar, Surabaya. Itu juga sama rotasi, cuma di daerah-daerah yang bukan daerah rawan,” kata Laksamana Yudo.

Di lokasinya yang sama, dia mengatakan rotasi itu juga menjadi bentuk penyegaran, dan meningkatkan semangat prajurit.

“Tentunya, pasukan yang sudah lama bertugas mungkin morilnya turun, ya kami ganti dengan yang baru,” kata Laksamana Yudo.

Untuk alutsista, Panglima TNI juga menegaskan tidak ada penambahan alat-alat berat dan persenjataan.

Alutsista yang digunakan untuk operasi di Papua saat ini adalah helikopter, yang fungsinya mengangkut logistik, dan evakuasi medis terutama di daerah-daerah yang medannya cukup berat dilalui dengan angkutan darat.

“Kami tidak menambah alutsista, alutsista yang ada untuk angkutan,” kata Yudo.

Panglima TNI meningkatkan status operasi, yang mulanya menggunakan pendekatan halus (soft approach) menjadi siaga tempur, khususnya di daerah-daerah yang dinilai rawan teror KKB.

Langkah itu ditempuh oleh Yudo setelah kelompok kriminal bersenjata (KKB) menyerang pasukan TNI di Mugi-man, Nduga, minggu lalu (15/4), yang menyebabkan satu prajurit gugur, tiga kena luka tembak, dan satu luka karena terjatuh.

Kata Bambang Soesatyo...
 

Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026