Logo Header Antaranews Kepri

Marit Bangun Rumah Pohon Karena Takut Digusur

Jumat, 14 Januari 2011 17:08 WIB
Image Print
Marit di tangga rumahnya. (kepri.antaranews.com/YJ Naim)

Batam (ANTARA News) - Marit, seorang warga Batam membangun rumah di atas pohon karena takut digusur pemerintah kota dan Badan Pengusahaan Batam.

"Saya takut digusur lagi, makanya bangun rumah di atas pohon," kata Marit di Batam pekan ini.

Marit mengaku kapok membangun rumah di atas tanah setelah rumahnya yang dianggap liar di Kampung Bugis, digusur pemerintah.

"Kalau rumah ini mau digusur, sekalian dengan pohonnya saja," kata dia.

Selain kapok diusir, ia juga mengatakan tidak mampu membayar sewa rumah, sehingga harus membuat tempat tinggal seperti sekarang.

Pria 60 tahun itu membangun rumah kayu di atas pohon yang tumbuh di jalur hijau sekitar Kompleks Sekolah Yos Sudarso, diapit dua perumahan mewah Centre Point dan Mitra Raya.

Marit mengumpulkan kayu-kayu yang hanyut di parit dan tergeletak di jalan untuk dijadikan bahan bangunan. Sedangkan untuk atap, ia mengambil plastik-plastik tebal yang dibuang warga.

"Saya hanya beli paku saja," kata dia menjelaskan.

Ia mengatakan penghasilannya sebagai penggali pasir darat tidak bisa mencukupi biaya hidup yang tinggi di kota industri Batam.

Sementara itu, warga sekitar Batam Kota, Effendi, menyesalkan pembuatan rumah pohon itu.

"Rumah pohon merusak keindahan kota," kata dia.

Ia menuding Marit hanya mencari sensasi dan belas kasihan orang lain.

Warga Batam lainnya, Nancy mengatakan seharusnya pemerintah kota memberikan perhatian lebih kepada Marit dan fakir miskin lainnya.

Ia mengatakan, jumlah orang miskin di Batam tampaknya bertambah banyak dalam setahun terakhir.

"Lihat saja di simpang-simpang jalan, gelandangan sekarang makin banyak. Di mana perhatian pemerintah?" kata dia.

Padahal, berdasarkan laporan pihak pemerintah, pertumbuhan ekonomi di kota yang berseberangan dengan Singapura itu mencapai 8,3 persen, jauh lebih tinggi dibanding pertumbuhan nasional.

"Artinya, yang kaya tambah kaya, yang miskin makin banyak," kata dia menandaskan. (Y011/P004/Btm1)



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026