
Mendikbudristek jalin kerja sama pendidikan dengan Britania Raya

Jakarta (ANTARA) - Mendikbudristek Nadiàem Anwar Makarim menjalin kerja sama bidang pendidikan dengan Pemerintah Britania Raya dan Irlandia Utara melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU).
Hal itu dilakukan Nadiem saat melakukan pertemuan bilateral dengan State Secretary for Education Inggris The Rt Hon Gillian Keegan MP.
“Dalam mengimplementasikan Merdeka Belajar kami menekankan pentingnya tanggung jawab sosial terhadap kualitas pendidikan,” kata Nadiem dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat.
Area kerja sama yang disepakati dalam MoU tersebut meliputi talent mobility, pertukaran penelitian, publikasi bersama, pemberian beasiswa, serta link and match perguruan tinggi dan industri.
Sepanjang diskusi di kantor Department for Education Inggris, kedua menteri saling bertukar informasi terkait fokus dan prioritas masing-masing negara di sektor pendidikan.
Nadiem menjelaskan kepada Menteri Gillian tentang fokus utama Kemendikbudristek melalui Merdeka Belajar yakni mewujudkan SDM yang unggul dan ditindaklanjuti dengan meningkatkan kualitas sistem pendidikan di Indonesia.
Sementara itu, Menteri Gillian memastikan dukungannya terhadap transformasi Merdeka Belajar dengan menekankan pentingnya menghubungkan pendidikan dengan kebutuhan dunia industri.
Menurut dia, sektor pendidikan dan dunia industri perlu saling menguatkan untuk mengembangkan keterampilan serta memastikan lulusan perguruan tinggi memiliki keterampilan dan pengetahuan yang relevan sehingga memiliki nilai tawar tinggi dalam bursa pasar kerja.
Selain mengapresiasi transformasi sistem pendidikan yang terjadi di Indonesia melalui Merdeka Belajar, Menteri Gillian juga berharap agar kerja sama yang telah berjalan baik antara Indonesia dan Inggris dapat semakin menguat di masa mendatang.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Nadiem jalin kerja sama bidang pendidikan dengan Britania Raya
Pewarta : Astrid Faidlatul Habibah
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
