Logo Header Antaranews Kepri

Polisi: Waspadai Penipuan Lewat Telepon

Senin, 7 Maret 2011 19:54 WIB
Image Print

Tanjungpinang (ANTARA News) - Kepolisian Kota Tanjungpinang meminta masyarakat mewaspadai penipuan melalui telepon oleh orang yang mengaku dokter dan aparat berwajib.

Pelaku penipuan mengenal nomor telepon seluler korban dan anggota keluarga korban, kata Kepala Operasional Polresta Tanjungpinang Kompol Prasetyo R Purboyo, Senin.

"Modus kejahatan yang dilakukan adalah menciptakan kondisi seolah-olah korban sedang dirawat di rumah sakit dan membutuhkan biaya untuk operasi secepatnya," ujar Prasetyo.

Aksi penipu diawali dengan menghubungi korban dengan mengaku sebagai anggota kepolisian, dan meminta korban mematikan telepon seluler dengan berbagai alasan.

Kemudian, penipu menghubungi keluarga korban, dan mengaku sebagai seorang dokter yang sedang merawat korban.

"Penipu minta uang kepada keluarga korban untuk biaya operasi. Sementara keluarga korban tidak dapat menghubungi korban, karena telepon selulernya mati," ungkapnya.

Prasetyo mengemukakan, aksi tersebut sedang marak terjadi di berbagai daerah. Namun, Polresta Tanjungpinang belum mendapat laporan ada warga setempat yang menjadi korban.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan nomor telepon seluler kepada orang yang tidak terlalu dikenal," ungkapnya.

Warga KM 11 Tanjungpinang Anton Hatta Wijaya, yang juga PNS di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau nyaris menjadi korban penipuan.

Ia dihubungi oleh seseorang yang mengaku dari Mabes Polri.

"Orang itu meminta saya mematikan telepon seluler, dengan alasan nomor telepon penjahat yang sedang dilacaknya dialihkan ke nomor telepon yang saya gunakan. Tetapi saya meragukannya," ungkapnya.

Penipu yang mengaku sebagai anggota Polri itu menghubungi keluarga Anton, dan menginformasikan Anton mengalami kecelakaan sehingga dirawat di rumah sakit.

Sementara nomor telepon seluler Anton tidak dapat dihubungi pihak keluarganya, karena pelaku penipuan terus menghubungi Anton yang enggan mematikan telepon seluler.

"Saya beruntung lebih dahulu menginformasikan kepada keluarga saya untuk tidak mempercayai penipu yang mengaku sebagai polisi dan dokter itu," katanya.

Hal serupa dialami Agus, salah seorang warga yang tinggal di Jalan Bakar Batu Tanjungpinang. Seseorang yang mengaku sebagai anggota polisi sedang menyelidikinya karena menggunakan narkoba.

"Saya merasa aneh karena tidak pernah menyentuh barang haram tersebut. Saya tambah curiga karena penipu tersebut mengaku anggota Satnarkoba Polda Batam, padahal yang ada Polda Kepri," kata Agus.

Namun orang tua Agus sempat mengalami ketakutan, karena salah seorang sindikat penipuan tersebut menginformasikan bahwa Agus mengalami kecelakaan di Batam. Sementara orang tua Agus tidak dapat menghubungi Agus, karena salah seorang penipu terus menghubunginya.

Tetapi untungnya orang tua saya tidak sempat mengirimkan uang kepada penipu tersebut, karena saya menginformasikan lewat layanan pesan singkat. Saya memberitahukan ibu saya untuk tidak mempercayai penipu tersebut," katanya.
(ANT-NP/Btm1)



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026