Logo Header Antaranews Kepri

Harga Karet Karimun Merangkak Naik

Sabtu, 26 Maret 2011 20:26 WIB
Image Print

Karimun (ANTARA News) - Harga karet petani Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau mulai merangkak naik dari Rp8.000 per kilogram pascagempa dan tsunami di Jepang menjadi Rp13.000/kg.

''Kami bersyukur harga karet yang sempat anjlok pascagempa Jepang mulai naik meski belum pulih seperti semula,'' kata Kadir, petani Tanjungbatu, Kecamatan Kundur, Sabtu.

Kadir mengatakan, setelah gempa dan tsunami Jepang pada 11 Maret 2011, harga karet anjlok dari Rp21.000 menjadi Rp8.000/kg.

''Sekarang kembali naik menjadi Rp13.000/kg. Kami berharap terus naik atau kembali menjadi Rp21.000/kg,'' ucapnya.

Menurut dia, kenaikan harga dikarenakan permintaan dari perusahaan penampung di Pekanbaru, Riau meningkat.

''Sebelumnya, perusahaan penampung mengatakan stok karet menumpuk di gudang. Akibatnya, hasil panen kami juga menumpuk. Inilah yang menyebabkanya anjloknya harga hingga Rp8.000/kg,'' katanya.

Secara terpisah, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Karimun, Amirullah mengatakan, petani tidak bisa berbuat banyak ketika harga karet anjlok pada Rp8.000/kg.

''Karet petani Kundur masih bisa bertahan pada Rp8.000/kg, sedangkan karet Pulau Karimun Besar ada yang Rp7.000/kg,'' ucapnya.

Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Karimun Amran Syahidid mengatakan, harga karet sangat ditentukan industri otomotif dan ban mobil dunia.

''Jika permintaan karet untuk industri itu turun, praktis harga di tingkat petani juga turun,'' katanya.

Pada kesempatan lain, Bupati Karimun Nurdin Basirun optimistis turunnya harga karet bersifat temporer sebagai dampak dari musibah gempa di Jepang.

''Kami perkirakan hanya sebentar, secara perlahan harga karet harga akan kembali naik. Terpenting, petani harus tetap menjaga kualitas panen sehingga harga jualnya tetap tinggi,'' katanya.

(ANT-RD/Btm1)




Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026