Logo Header Antaranews Kepri

Masyarakat Karimun Tunggu Karya Nyata BNPP

Selasa, 12 April 2011 20:12 WIB
Image Print

Karimun (ANTARA News) - Sekretaris Fraksi PDIP DPRD Karimun, Jamaluddin, mengatakan masyarakat perbatasan di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, menunggu karya nyata pembangunan batas wilayah negara dan kawasan perbatasan dari rencana aksi Badan Nasional Pengelola Perbatasan.

"Karya nyata BNPP diyakini dapat memperkecil sengketa perbatasan dengan negara tetangga dan menekan berbagai aksi ilegal yang merugikan negara seperti penyeludupan berbagai produk impor dan sumber daya alam serta kejahatan transnasional," katanya di Meral, Karimun, Selasa.

Jamaluddin mengharapkan keberadaan dan karya nyata BNPP dapat menghapus prasangka buruk tentang ketidakpedulian pemerintah terhadap wilayah perbatasan.

"Namun sayangnya memasuki triwulan kedua 2011, wilayah yang telah sering disebut sebagai Gerbang Barat Indonesia ini, masih minim infrastruktur transportasi, dan rakyat masih kesulitan untuk memperoleh air bersih, memperoleh hak mendapatkan pendidikan yang layak serta pelayan kesehatan," katanya.

Menurut dia, percepatan pembangunan infrastruktur dasar dan infrastruktur pendukung menuju kota metropolitan yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat perbatasan hanya bisa direalisasikan oleh suatu badan yang mengakomodasi lintassektoral seperti BNPP.

"Untuk merealisasikan percepatan pembangunan perbatasan, butuh anggaran besar, rencana matang yang berkesinambungan dan kewenangan penegasan, pemeliharaan dan pengamanan perbatasan serta evaluasi maupun pengawasan pelaksanaan program. Seluruh hal itu hanya dimiliki oleh BNPP," ujarnya.

Masyarakat perbatasan kini menanti realisasi kinerja BNPP khususnya pada tujuh poin yang tertera pada pasal 4 perpres pembentukannya.

Jamaluddin mengaku sedih setiap kali mendengar kabar tentang penangkapan nelayan yang berada di Gerbang Barat Indonesia oleh petugas negara tetangga seperti Malaysia dengan tudingan telah memasuki wilayah perairan negara itu tanpa izin.

"Satu sisi dapat dilihat betapa gagah perkasa dan bertanggungjawabnya mereka dalam menjaga batas kedaulatan negaranya. Saya cuma bisa berharap semoga prestasi mereka itu dapat diimbangi kalau biasa diungguli oleh petugas kita," harapnya.

Dia mengakui jumlah penangkapan nelayan asing oleh petugas Indonesia selama ini cukup signifikan.

"Namun prestasi melindungi sumber daya alam dari aksi penyeludupan masih lemah salah satu contoh timah yang merupakan bahan galian A strategis. Produksi timah hasil pengolahan Malaysia setiap tahun melebihi volume hasil kegiatan penambangnya.

Kejanggalan yang sama juga ditemukan di negara Singapura, meski negara itu tidak memiliki daerah ekspolitasi timah, akan tetapi memiliki pabrik pengolahan bijih timah," paparnya.

(ANT-HAM/Btm1)



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026