Logo Header Antaranews Kepri

Mahfud MD minta polisi tangani massa di Rempang Batam dengan penuh kemanusiaan

Jumat, 8 September 2023 18:58 WIB
Image Print
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD memberi keterangan kepada media saat dia ditemui di Jakarta, Jumat (8/9/2023). ANTARA/Genta Tenri Mawangi.

Jakarta (ANTARA) - Menkopolhukam Mahfud MD meminta polisi menangani aksi massa di Pulau Rempang, Batam, Kepulauan Riau, dengan penuh kemanusiaan.

“Ya kita tetap secara hukum minta aparat penegak hukum untuk menangani masalah kerumunan orang itu atau aksi unjuk rasa atau yang menghalang-halangi eksekusi hak atas hukum itu supaya ditangani dengan baik dan penuh kemanusiaan,” kata Mahfud MD menjawab pertanyaan wartawan saat dia ditemui di Jakarta, Jumat.

Dia menjelaskan Polri tentu telah memiliki standar prosedur operasional pengamanan sehingga itu perlu menjadi pedoman tiap polisi yang bertugas terutama saat menghadapi aksi protes masyarakat.

Baca juga:
Polisi tangkap sejumlah orang saat bentrokan di Pulau Rempang Batam

Pengamat kepolisian meminta pemerintah usut bentrok di Pulau Rempang

“Itu sudah ada standarnya. Itu masalah tindakan pemerintah dan tindakan aparat supaya Polri hati-hati,” kata Menkopolhukam RI.

Dia mengatakan polisi perlu menghormati siapa pun saat menjalankan tugasnya, termasuk para orang tua dan anak-anak.

“Iya (itu) sudah ada SOP-nya nanti kita tinggal lihat saja,” kata Mahfud MD.

Sejumlah kelompok masyarakat di Pulau Rempang bentrok dengan polisi pada Kamis (7/9) karena warga menolak pengukuran lahan untuk pembangunan Rempang Eco-City dari Badan Pengusahaan (BP) Batam.

Baca juga:
Kapolda Kepri pastikan situasi di Rempang telah kondusif usai bentrok

Kapolres imbau masyarakat tidak halangi petugas masuk Kawasan Rempang

Pulau Rempang, yang luasnya kurang lebih 17.000 hektare, direncanakan menjadi kawasan ekonomi terintegrasi yang menghubungkan sektor industri, jasa dan komersial, residensial/pemukiman, agro-pariwisata, dan pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT).

Walaupun demikian, sejumlah kelompok masyarakat terutama mereka dari masyarakat adat Melayu menolak proyek tersebut. Alhasil, warga yang menggelar aksi protes bentrok dengan polisi dan petugas menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa.

Namun, gas air mata itu juga kena ke anak-anak sekolah sehingga beberapa dari mereka dikabarkan dilarikan ke rumah sakit untuk perawatan.

“Ada belasan siswa yang saya tahu dibawa oleh ambulans ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Gas air mata itu tadi terbawa angin, karena ribut dekat dari sekolah kami," kata Kepala Sekolah SMP Negeri 22 Muhammad Nazib di sekitar lokasi bentrok, Pulau Rempang, Batam, Kamis.

Baca juga:
Situasi Jembatan 4 Barelang mulai kondusif

Petugas gabungan terlibat bentrok dengan warga di Pulau Rempang Batam

BP Batam imbau masyarakat tidak terprovokasi terkait rencana pengembangan Rempang

Tokoh masyarakat Melayu Kepri dukung pengembangan Kawasan Rempang


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Mahfud minta polisi tangani massa di Rempang dengan penuh kemanusiaan



Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026