Logo Header Antaranews Kepri

Bensin di Satu-Satunya SPBU Karimun Habis

Selasa, 10 Mei 2011 19:30 WIB
Image Print

Karimun (ANTARA News) - Persediaan bensin di stasiun pengisian bahan bakar umum satu-satunya di Pulau Karimun Besar, Kabupaten Karimun, Selasa, habis akibat keterlambatan kedatangan pasokan dari depo Pertamina Tanjunguban, Bintan.

Persediaan bensin terputus sejak pukul 11.00 WIB, mengakbibatkan pengendara kendaraan roda dua dan empat berbalik arah setelah mengetahui persediaan bensin di SPBU yang berlokasi di Jalan Poros itu habis.

Petugas SPBU melintangkan rantai pada pintu masuk SPBU dan menempelkan pengumuman bensin habis.

''Pelayanan SPBU mengecewakan, kemarin kami gagal membeli bensin karena antrian panjang, tak taunya hari ini tutup,'' kata pengendara sepeda motor, Yusniati.

Yusniati mengaku bensin motornya hampir habis dan akan mengisi tiga liter untuk kebutuhan berkendara selama tiga hari.

''Kalau begini, kami terpaksa membeli di kios-kios eceran walaupun harganya relatif mahal. Bayangkan saja, bensin takaran Rp5.000 di kios tidak cukup untuk satu hari, selisihnya sekitar Rp2.000 dibandingkan SPBU,'' ucapnya.

Zainal, tukang ojek mengaku resah dengan sering putusnya persediaan bensin di SPBU.

''Uang yang saya keluarkan bertambah jika harus membeli di kios eceran. Padahal, pendapatan sebagai tukang ojek sangat minim, satu hari hanya sekitar Rp25.000, sedangkan biaya untuk bensin mencapai Rp10.000. Penghasilan segitu tidak cukup untuk biaya dapur,'' tuturnya.

Sering putusnya persediaan bensin juga dikeluhkan sopir oplet. Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Karimun, Amirullah mengatakan sopir oplet terpaksa mengeluarkan tambahan uang hampir 25 persen jika membeli bensin di kios eceran.

''Jika di SPBU mengeluarkan uang untuk bensin Rp100.000 per hari, maka di kios eceran bisa Rp125.000,'' ucapnya.

Sementara itu, pimpinan PT Ology Karimun Bumi Sukses, Yuswar Yahya Nati sebelumnya mengatakan bensin terputus karena faktor cuaca dan antrean pengisian dari depo Pertamina Tanjunguban ke kapal pengangkut.

''Keterlambatan ini karena masalah sarana tranportasi dan cuaca. Bukan karena modal atau kesalahan manajemen, uang pembayaran premium dan solar sudah kita setor sejak Sabtu (7/5) pagi, tetapi sampai saat ini kapal kita masih menunggu giliran pengisian dari pihak Pertamina,'' ucapnya.

Gejala akan habisnya persediaan bensin mulai terlihat sejak Senin. Petugas SPBU yang biasanya menyediakan delapan jalur pada empat pompa bensin, pada Senin hanya tersisa empat jalur. Ratusan sepeda motor sepanjang hari terpaksa antre akibat pengurangan jalur pengisian tersebut.

(ANT-RD/Btm1)



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026