
Impor Kepri Naik 31,37 Persen

Tanjungpinang (ANTARA News) - Nilai impor migas dan nonmigas Provinsi Kepulauan Riau pada Maret 2011 mencapai 914,45 juta dolar Amerika atau naik 31,37 persen dibanding satu bulan sebelumnya.
Nilai impor Kepulauan Riau (Kepri) selama Maret 2011 terdiri dari impor migas sebesar 128,34 atau 14,03 persen dan impor nonmigas 786,12 juta dolar Amerika atau 85,97 persen, kata Kepala Badan Pusat Statistik Kepri, Said Syafri, Kamis, di Tanjungpinang.
Impor migas dan nonmigas naik sebesar 218,34 juta dolar Amerika, atau naik 31,37 persen dibanding impor Februari 2011. Peningkatan impor Kepri disebabkan naiknya impor komoditas migas sebesar 2.246,38 persen atau 122,87 juta dolar Amerika dan nonmigas yang mencapai 13,82 persen atau 95,48 juta dolar Amerika.
Jika dibanding dengan nilai impor pada Maret 2010, nilai impor Kepri pada Maret 2011 juga naik sebesar 25,04 juta dolar Amerika atau 2,82 persen. Kenaikan impor pada saat itu disebabkan naiknya impor komoditas migas sebesar 37,15 juta dolar Amerika atau 40,74 persen.
"Impor komoditas nonmigas justru turun sebesar 12,10 juta dolar Amerika atau 1,52 persen," ujarnya.
Said mengatakan, golongan barang impor nonmigas Kepri terbesar selama Maret 2011 adalah peralatan listrik sebesar 283,61 juta dolar Amerika atau 36,08 persen dari total impor nonmigas.
Golongan barang impor nonmigas Kepri lainnya pada saat itu yang cukup berperan adalah golongan barang pesawat mekanik 115,17 juta dolar Amerika, dengan peranannya sebesar 14,65 persen, benda-benda dari besi dan baja 95,47 juta dolar Amerika (12,14 persen), besi dan baja sebesar 72,45 juta dolar Amerika (9,22 persen), plastik dan barang dari plastik 44,04 juta dolar Amerika (5,60 persen), serta perangkat optik 25,67 juta dolar Amerika (3,26 persen).
Sementara nilai impor kendaraan dan bagiannya sebesar 13,94 juta dolar Amerika dengan peranan sebesar 1,77 persen, almunium 12,81 juta dolar Amerika (1,63 persen), tembaga 12,24 juta dolar Amerika (1,56 persen), dan kapas sebesar 8,98 juta dolar Amerika (1,14 persen).
"Golongan barang lainnya hanya memberikan konstribusi sebesar 12,94 persen dari total impor nonmigas Kepri selama Maret 2011," ungkapnya.
Pelabuhan bongkar barang impor terbesar adalah Pelabuhan Batu Ampar Batam dengan nilai impor sebesar 412,69 juta dolar Amerika, disusul Pelabuhan Sekupang Batam dengan nilai 235,02 juta dolar Amerika, Pelabuhan Tanjung Uban Kabupaten Bintan dengan nilai 137,04 dolar Amerika.
"Konstribusi ketiga pelabuhan tersebut mencapai 85,82 persen dari total impor," katanya.
Ia mengemukakan, impor Kepri yang terbesar berasal dari Singapura dengan nilai sebesar 447,73 juta dolar Amerika atau 48,96 persen dari keseluruhan impor selama Maret 2011. Impor dari negara Singapura pada Maret 2011 naik sebesar 40,74 persen dibanding nilai impor bulan sebelumnya.
Impor dari China menempati urutan kedua dengan nilai 111,77 juta dolar Amerika atau 12,22 persen. Impor dari negara China pada bulan Maret 2011 naik sebesar 78,33 persen dibanding bulan sebelumnya.
Jepang merupakan negara pemasok barang impor ke Kepri terbesar ketiga selama Maret 2011 dengan nilai impor sebesar 96,20 juta dolar Amerika atau 10,52 persen. Impor dari negara Jepang pada Maret 2011 naik sebesar 4,98 persen dibanding bulan sebelumnya.
Malaysia merupakan negara pemasok barang impor ke Kepri terbesar keempat selama Maret 2011 dengan nilai impor sebesar 63,42 juta dolar Amerika atau 6,94 persen. Impor dari negara Malaysia pada Maret 2011 naik sebesar 51,32 persen dibanding bulan sebelumnya.
Sedangkan negara-negara pemasok barang impor ke Kepri yang mempunyai peran cukup besar adalah Jerman sebesar 20,66 juta dolar Amerika dengan peranannya sebesar 2,26 persen, Amerika Serikat 20,39 juta dolar Amerika (2,23 persen), Perancis sebesar 14,17 juta dolar Amerika (1,55 persen), Austria sebesar 12,56 juta dolar Amerika (1,37 persen), Taiwan sebesar 12,53 juta dolar Amerika (1,37 persen), dan Italia sebesar 12,24 juta dolar Amerika (1,34 persen).
(ANT-NP/Btm1)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
