Logo Header Antaranews Kepri

BPS: Tanjungpinang Inflasi 0,25 Persen

Senin, 1 Agustus 2011 19:17 WIB
Image Print

Tanjungpinang (ANTARA News) - Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Riau menyatakan, Tanjungpinang pada Juli 2011 mengalami inflasi sebesar 0,25 persen, setelah pada bulan sebelumnya deflasi.

"Indeks harga konsumen di Tanjungpinang pada Juli 2011 naik dari 126,52 menjadi 126,84. Angka itu menunjukkan Tanjungpinang mengalami inflasi sebesar 0,25 persen," kata kata Kepala Bidang Distribusi Statistik Badan Pusat Statistik Kepulauan Riau (BPS Kepri), Mangaputua Gultom di Tanjungpinang, Senin.

Gultom mengatakan, seluruh kota di Sumatera, termasuk Tanjungpinang dan Batam, pada Juli 2011 mengalami inflasi, dengan inflasi terendah terjadi di Pangkal Pinang sebesar 0,10 persen, dan inflasi tertinggi di Banda Aceh sebesar 1,16 persen.

Inflasi di Tanjungpinang dipengaruhi perubahan harga pada 69 komoditas kebutuhan masyarakat. Harga dari 50 komoditas naik, sebaliknya harga 19 komoditas lainnya turun.

Harga barang kebutuhan masyarakat yang naik antara lain, ikan selar, beras, rokok kretek filter, telur ayam ras, biaya sekolah dasar, daging ayam ras, rokok kretek, ikan kembung, ikan teri, sawi hijau, emas perhiasan, angkutan udara, sate, biaya SLTP, dan bayam.

Sebaliknya, harga komoditas yang turun antara lain, cabai merah, cabai rawit, obat resep dokter, cabai hijau, jeruk, gula pasir, kol putih, minyak goreng, ikan tenggiri, kacang hijau, ketimun, dan televisi berwarna.

"Setiap hari sering terjadi perubahan harga barang kebutuhan masyarakat Tanjungpinang," ujarnya.

Dilihat dari indeks harga kelompok barang, inflasi di Tanjungpinang disebabkan kenaikan kelompok bahan makanan sebesar 0,16 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,46 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,02 persen, kelompok sandang sebesar 0,54 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 1,73 persen, serta kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,10 persen.

"Kelompok kesehatan pada Juli 2011 justru mengalami penurunan indeks harga sebesar 0,15 persen," katanya.

Gultom mengemukakan, laju inflasi tahun kalender (Januari-Juli) 2011 di Tanjungpinang sebesar 0,91 persen, sedangkan laju inflasi 'year on year' (Juli 2011 dibanding dengan Juli 2010) di Kota Tanjungpinang sebesar 3,95 persen.

(ANT-NP/Btm1)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026