Penyebab deflasi Kepri di September tahun ini

id Kepri alami deflasi

Penyebab deflasi Kepri di September tahun ini

Transportasi udara menjadi salah penyumbang deflasi Kepri bulan September 2020. (Antara/Ogen)

Tanjungpinang (ANTARA) - Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Kepulauan pada September 2020 menunjukkan deflasi sebesar 0,15 persen dipicu turunnya tiga kelompok pengeluaran, kata Kepala BPS Kepri, Agus Sudibyo di Tanjungpinang, Jumat.

Ketiga kelompok dimaksud, yaitu kelompok transportasi turun sebesar 1,82 persen, kelompok makanan, minuman dan tembakau turun sebesar 0,11 persen, serta kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga turun sebesar 0,05 persen.

Sebaliknya, enam kelompok mengalami kenaikan, yaitu kelompok pendidikan naik sebesar 0,82 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya naik sebesar 0,78 persen, kelompok kesehatan naik sebesar 0,10 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran naik sebesar 0,06 persen, kelompok pakaian dan alas kaki naik sebesar 0,04 persen, serta kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya naik sebesar 0,04 persen.

"Deflasi terjadi karena penurunan IHK dari 103,24 di bulan Agustus 2020 menjadi 103,09 di bulan September 2020. Sementara inflasi Januari hingga September 2020 sebesar -0,36 persen dan inflasi September 2020 terhadap September 2019 sebesar 0,10 persen," kata Agus Sudibyo.

Menurut Agus, dari dua kota IHK di Provinsi Kepri tercatat Kota Batam mengalami deflasi sebesar 0,12 persen, dan Kota Tanjungpinang mengalami deflasi sebesar 0,32 persen.

Dari 24 kota IHK di Sumatera, lanjutnya, tercatat 13 kota mengalami inflasi dan 11 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Gunungsitoli sebesar 1,00 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Pekanbaru sebesar 0,01 persen.

Deflasi tertinggi terjadi di Kota Tanjungpinang dan Banda Aceh sebesar 0,32 persen dan deflasi terendah terjadi di Kota Bukittinggi sebesar 0,01
persen.

"Kota Tanjungpinang dan Kota Batam masing-masing menduduki peringkat pertama dan ke-5 dari 11 kota yang mengalami deflasi di Sumatera," ungkapnya.

Selanjutnya, bila dilihat dari 90 kota IHK, tercatat 34 kota mengalami inflasi dan 56 kota mengalami deflasi.

Inflasi tertinggi terjadi di Kota Gunungsitoli sebesar 1,00 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Pontianak dan Pekanbaru sebesar 0,01 persen, sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Timika sebesar 0,83 persen dan deflasi terendah terjadi di Kota Singkawang, Bukittinggi dan Kabupaten Jember sebesar 0,01 persen.

"Kota Tanjungpinang dan Batam menduduki peringkat ke-15 dan ke-31 dari 56 kota yang mengalami deflasi di Nasional," sebut Agus.
Pewarta :
Editor: Nurjali
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar