Logo Header Antaranews Kepri

72 Rumah di Tanjungpinang Diterjang Puting Beliung

Senin, 8 Agustus 2011 14:26 WIB
Image Print

Tanjungpinang (ANTARA News) - Sebanyak 72 unit rumah warga Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, mengalami rusak berat, sedang dan ringan akibat diterjang angin puting beliung.

"Sebanyak 31 rumah terdapat di Kelurahan Senggarang dan 42 rumah di Kelurahan Kampung Bigis," kata Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemkot Tanjungpinang, Raja Faisal usai meninjau lokasi musibah, Senin.

Menurut dia, rumah yang mengalami rusak berat sebanyak sembilan unit, masing-masing empat unit di Senggarang dan lima unit di Kampung Bugis dan sisanya mengalami rusak sedang dan ringan.

"Sekarang kami baru melakukan inventarisir terhadap rumah dan warga yang terkena musibah, bantuan akan kami salurkan secepatnya sesuai dengan tingkat kerusakan," ujarnya.

Angin puting beliung disertai hujan lebat dan petir di Tanjungpinang terjadi pada Sabtu (6/8) sekitar pukul 15.00 WIB.

Satu keluarga di Kelurahan Kampung Bugis yang berjumlah tiga orang, juga terkena sambaran petir namun tidak mengalami luka serius walaupun sempat dirawat di rumah sakit.

"Berdasarkan informasi dan pendataan kami di lapangan tidak ada korban jiwa atau luka-luka serius," kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkot Tanjungpinang, Surjadi.

Menurut dia, rumah warga yang terkena angin puting beliung itu kebanyakan di pesisir Kelurahan Senggarang dan Kampung Bugis.

"Jumlah total kerugian yang diderita warga juga belum bisa kami perkirakan karena masih dalam pendataan dinas terkait," kata Surjadi.

Pantauan wartawan ANTARA di lapangan, sejumlah warga baru memperbaiki atap rumahnya yang berterbangan akibat tiupan angin puting beliung pada Senin pagi.

Selain atap rumah warga berterbangan, satu rumah panggung dari kayu yang berada agak di tengah laut juga ambruk.

Sebuah pelantar kayu sepanjang 50 meter di Kampung Bugis juga ambruk diterjang puting beliung yang menurut warga datang secara tiba-tiba dan bergerak secara acak dari arah Pulau Penyengat.
(ANT-HM/S023/Btm2)




Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026