
Lebaran - Konvoi Kendaraan Ganggu Pawai Takbir di Karimun

Karimun (ANTARA News) - Konvoi ratusan kendaraan bermotor yang menimbulkan suara keras karena tidak dilengkapi knalpot standar mengganggu pawai takbir keliling menyambut Idul Fitri 1432 Hijriah di Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun, Selasa malam.
Ratusan kendaraan bermotor meraung-raung berkeliling kota dan mengeluarkan suara berisik sejak pukul 19.00 WIB.
Aparat kepolisian memblokade jalan menuju lokasi pelepasan pawai di Taman Bunga untuk mencegah masuknya konvoi kendaraan bermotor yang umumnya dikendarai para kawula muda.
Setiap persimpangan jalan juga dikawal ketat polisi untuk mencegah aksi ugal-ugalan konvoi sepeda motor sehingga tidak mengganggu takbir keliling.
Namun demikian, banyaknya jumlah kendaraan yang berkonvoi menyulitkan polisi untuk melakukan pengamanan.
Aksi konvoi tersebut menimbulkan kemacetan di beberapa ruas jalan, seperti Jalan Setiabudi dan Jalan A Yani macet akibat konvoi kendaraan.
Polisi terpaksa menghalangi pengendara agar tidak melintas di jalan yang sedang dilewati peserta pawai takbir keliling.
Kapolres Karimun AKBP Benyamin Sapta langsung ke lapangan untuk mengamankan pawai takbir dari aksi ugal-ugalan peserta konvoi.
''Pengamanan kami fokuskan agar pawai takbir berjalan lancar. Seluruh persimpangan jalan dikawal polisi,'' kata Kapolres.
Hingga pukul 22.00 WIB konvoi kendaraan masih meramaikan jalan-jalan utama Tanjung Balai Karimun.
Sementara itu, pawai takbir yang dilepas Bupati Karimun Nurdin Basirun juga dikawal mobil patroli polisi, personel Kodim 0317 Karimun, petugas Dinas Perhubungan dan Satpol-PP.
Sebanyak 37 regu yang berasal dari jamaah masjid, mushalla, organisasi keagamaan, kemasyarakatan dan pemud ikut serta dalam pawai yang hanya diikuti kendaraan roda empat dan enam.
Peserta pawai takbir melakukan arak-arakan sambil mengumandangkan kalimat takbir mengelilingi jalan-jalan utama di tiga kecamatan di Pulau Karimun Besar.
Bupati Nurdin Basirun saat melepas pawai mengimbau peserta pawai agar tertib selama melaksanakan pawai.
''Pawai takbir adalah tanda merayakan kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa. Karena itu, mari kita rayakan dengan penuh kesyukuran dan mengumandangkan kalimat takbir,'' katanya.
Dia juga mengatakan aksi ugal-ugalan dalam merayakan kemenangan tidak hanya bertentangan dengan ajaran agama, tetapi dapat membahayakan keselamatan diri, orang lain maupun masyarakat.
''Kami mengajak warga masyarakat agar sama-sama menjaga situasi Karimun agar tetap kondusif. Dengan situasi yang kondusif, Karimun akan tetap menjadi daerah tujuan wisatawan dan investasi,'' ucapnya.
Pantauan, pawai takbir dilepas Bupati dengan menabuh beduk didampingi unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah.
Peserta pawai menggunakan kendaraan pribadi, bus kayu khas Karimun, truk dan mobil dengan bak terbuka.
Masing-masing kendaraan memasang spanduk dan hiasan bernuansa Lebaran.
Peserta pawai yang juga diikuti anak-anak tak henti-hentinya mengumandangkan takbir sambil memukul kentungan dan beduk di sepanjang jalan dengan disaksikan ribuan pasang mata di kiri kanan jalan.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setkab Karimun, Usman mengatakan, pemerintah daerah menyiapkan hadiah untuk pemenang dalam pawai takbir keliling tersebut.
''Pemenang pawai takbir akan mendapakan hadiah uang pembinaan. Pengumumannya nanti saat acara halal bihalal,'' ucapnya.
(ANT-RD/Btm1)
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
