Logo Header Antaranews Kepri

Orang Tua Bayi Thalassemia Butuh Dermawan

Selasa, 27 September 2011 21:12 WIB
Image Print

Karimun (ANTARA News) - Orang tua dari Nia Ramadiyanti, bayi penderita Thalassemia asal Alai, Tanjungbatu, Kecamatan Kundur, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau membutuhkan dermawan pembiayaan transplantasi sumsum tulang belakang di rumah sakit Singapura atau Malaysia.

''Dokter Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta, menganjurkan anak saya segera menjalani transplantasi sumsum tulang belakang, dan menyatakan operasi itu bisa dilakukan di Singapura atau Malaysia,'' kata Syukur, ayah Nia Ramadiyanti yang ditemui di RSUD Karimun, Tanjung Balai Karimun, Selasa.

Sebagai buruh biasa dengan penghasilan tidak tetap, Syukur mengaku tidak mempunyai biaya untuk membawanya berobat ke luar negeri.

''Saya bingung mau dapat uang dari mana, sedangkan penghasilan sebagai buruh di pelabuhan Tanjungbatu pas-pasan untuk makan, kadang malah tidak cukup,'' katanya.

Mengenai perawatan selama di RSCM, dia mengatakan seluruhnya dibiayai melalui program Jamkesda (Jaminan Kesehatan Daerah) dari Pemkab Karimun, termasuk biaya akomodasi dan biaya perawatan di RSUD Karimun, sebelum dirujuk ke RSCM.

''Syukur saya mendapat bantuan dari Jamkesda. Tapi, Jamkesda tidak berlaku jika anak saya harus dioperasi di luar negeri,'' ujarnya.

Dia berharap uluran tangan para dermawan sehingga anaknya bisa dibawa ke Singapura atau Malaysia.

''Kasihan Nia, kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kalau ada dermawan yang bersedia membantu,'' katanya, sambil menyebutkan nomor ponsel 0821 7273 6119 yang bisa dihubungi bagi warga yang berniat membantu.

Dia menuturkan, Nia yang kini berusia 1 tahun 10 bulan diketahui menderita Thalassemia saat berusia 6 bulan. Awalnya, Nia dirawat di Puskesmas Tanjungbatu dan selanjutnya dirujuk ke RSUD Karimun.

''Saya membawanya ke puskesmas karena wajahnya yang pucat dan tubuh lemas, pihak puskesmas kemudian merujuk Nia agar dirawat di RSUD Karimun,'' katanya.

Awalnya, tutur dia, dokter menyatakan Nia menderita malaria tropika, namun setelah didiagnosa hasilnya negatif.

''Hasil diagnosis menyatakan anak saya menderita Thalassemia. Pihak RSUD merujuk Nia agar dirawat di RSCM,'' tuturnya.

Setelah dirawat di RSCM selama 15 hari, Nia kembali dirawat di RSUD untuk menjalani transfusi darah.

Ibnu Arif, dokter RSUD Karimun mengatakan Nia harus menjalani transfusi darah secara rutin setiap bulan.

''Agar bisa bertahan, Nia harus menjalani transfusi darah secara rutin. Sedangkan untuk penyembuhan adalah dengan transplantasi sumsum tulang belakang yang hanya bisa dilakukan di luar negeri,'' ucapnya.

Thalassemia, tutur dia, adalah sejenis penyakit kelainan darah. Seorang pengidap Thalassemia biasanya mengalami gelaja wajah pucat, kepala pusing dan badan lemas, mirip anemia atau kekurangan sel darah merah (haemoglobin).

Fungsi haemoglobin adalah mengangkut oksigen ke paru-paru dan seluruh tubuh. Jika kekurangan haemoglobin, maka akan berpengaruh pada sumsum tulang berlakang yang berfungsi membentuk protein untuk memproduksi sel darah merah, kata dia.

Syukur menambahkan, anaknya terlihat lincah karena baru saja menjalani transfusi darah sehingga menambah haemoglobin di dalam tubuhnya.

'Setelah menjalani transfusi darah, haemoglobin-nya meningkat dari 4-5 menjadi 10. Kalau haemoglobinnya kembali berkurang, maka dia akan kembali pucat dan lemas,'' kata Syukur.
(T.pso-028//A013)



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026