Logo Header Antaranews Kepri

Ekspor Kepri Turun 41 Persen Akibat Resesi

Rabu, 28 September 2011 17:20 WIB
Image Print

Batam (ANTARA News) - Aktivitas ekspor impor Provinsi Kepulauan Riau turun 41 persen akibat resesi keuangan yang menimpa Amerika Serikat dan Uni Eropa.

"Ekspor Kepri turun sekitar persen," kata Pimpinan Bank Indonesia (BI) Batam, Elang Tri Praptomo, di Batam, Rabu.

Meski begitu, menurut Elang, kondisi itu belum buruk dan mungkin akan menjadi jelek bila tidak segera diatasi.

"Namun, perlu waspadai gejolak-gejolak akibat penurunan ekspor impor," kata Elang.

Secara makro, ekonomi Kepri masih normal. Krisis keuangan Amerika dan Eropa belum begitu mengganggu sektor riil di Kepri.

"Secara makro belum ada dampaknya, tapi kita tetap perlu mewaspadai krisis Amerika ini," kata Elang.

Sementara itu, Ketua Tim Ekonomi Provinsi Kepulauan Riau, Kris Wiluan, mengatakan dampak krisis keuangan Amerika dan Eropa mulai dirasakan, terutama pada ekspor. "Ini sangat memprihatinkan," kata Kris.

Ia mengatakan pengaruh ekonomi Amerika dan Eropa sangat besar di seluruh dunia, termasuk Indonesia, sejak dua dekade terakhir karena seluruh industri di dunia, termasuk Indonesia, bermuara ke Amerika dan Eropa. Karena itu, krisis Amerika dan Eropa otomatis menurunkan permintaan ekspor.

"Singapura saja sudah mulai merasakan dampak krisis itu," kata dia.

Tim Ekonomi Kepri meminta pemerintah segera mengambil langkah taktis di antaranya mengoptimalkan industri strategis dan industri unggulan yang ada di Kepri dan memberikan kemudahan-kemudahan bagi industri strategis dan unggulan tersebut.

"Saya sudah sampaikan ke Gubernur, apa saja industri strategis yang harus dioptimalkan," katanya.

Sementara itu, Gubernur Kepulauan Riau, Muhammad Sani, optimistis pertumbuhan ekonomi di provinsi baru itu pada akhir 2011 mencapai delapan persen.

"Saya optimistis akhir tahun ini pertumbuhan ekonomi mencapai delapan persen sesuai yang ditargetkan," kata Gubernur.

Ia mengatakan dalam laporan Badan Pusat Statistik (BPS) terakhir, pertumbuhan ekonomi Kepri mencapai 7,77 persen dan terus meningkat dari awal 2011.

Namun, Gubernur tidak berani memastikan pertumbuhan ekonomi Kepri sesuai dengan target Presiden sebesar 10 persen pada akhir 2011.

"Sepuluh persen itu permintaan Presiden, saya penuhi janji kepada masyarakat delapan persen. Itu tanggung jawab saya," kata Gubernur.

Menurut Gubernur, faktor pemicu pertumbuhan ekonomi terbesar adalah penanaman modal, baik dari dalam dan luar negeri.

(ANT-YJN/A027/Btm3)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026