Logo Header Antaranews Kepri

Pemkot Batam Batalkan Relokasi SMP 28

Rabu, 28 September 2011 17:33 WIB
Image Print

Batam (ANTARA News) - Pemerintah Kota Batam membatalkan rencana relokasi SMP 28 yang kerap banjir kala hujan dan air pasang.

"SMP 28 tidak jadi direlokasi, karena warga keberatan," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Muslim Bidin di Batam, Rabu.

Sebagai solusi atas masalah banjir di SMP 28, Muslim mengatakan pemkot akan membuat tanggul untuk menahan air hujan dan laut tidak masuk ke dalam lingkungan sekolah.

Tanggul akan dibangun mengelilingi sekolah, kata dia, dengan tinggi sekitar 70 cm, karena menurut Muslim air masuk dengan ketinggian 40 cm.

"Biasanya air masuk bila ketinggian 40 cm, makanya kami buat 70 cm," kata dia.

Pembangunan tanggul memakan biaya sekitar Rp200 juta yang ditalangi dahulu oleh dinas, karena belum dianggarkan dalam APBD Perubahan 2011 atau APBD Murni 2012.

"Kalau tidak disetujui dalam APBD Perubahan, kami akan ajukan dalam APBD Murni 2012," kata dia.

Pembangunan tanggul SMP 28 sangat mendesak, kata dia, karenanya ditalangi dahulu oleh Dinas.

Pengaliran dananya pun dilakukan tidak dengan lelang, karena dinas tidak memiliki uang muka dan waktu pengerjaannya juga mendesak.

Sebelumnya, orang tua murid SMPN 28 Batam, Provinsi Kepulauan Riau menolak relokasi sekolah yang kerap banjir kala hujan dan air laut pasang.

"Apapun yang terjadi, kami minta anak-anak tetap belajar di sini. Kami menolak dipindah," kata orang tua siswa SMP 28, Firdaus.

Ia mengatakan jika sekolah pindah, maka lokasinya kemungkinan besar jauh dari rumah murid, sehingga menyulitkan.

"Bisa dekat dengan yang satu tapi jauh dari yang lain," kata dia.

Selain jauh, ia mengatakan orang tua khawatir bila dipindahkan ke tempat baru maka akan dimintai uang pembangunan.

Dalam rapat itu, orang tua siswa juga menolak bila proses belajar mengajar menumpang ke sekolah lain.

"Jangan numpang pula, tidak bagus untuk psikologi anak," kata dia.

Menurut dia, bila sekolah menumpang maka anak akan merasa rendah diri kepada anak lain yang bersekolah asal.

"Pasti akan terjadi kesenjangan antara siswa yang menumpang dan siswa yang ditumpangi. Belum lagi kalau ada yang saling mengejek," kata Firdaus.

Orang tua siswa mengusulkan pembentukan tim khusus yang terdiri dari komite sekolah, orang tua, perwakilan sekolah dan dinas pendidikan untuk menangani masalah banjir di SMP 28.

Tim itu, kata dia, mengupayakan solusi-solusi teknis untuk mengantisipasi banjir.

(ANT-YJN/N005/Btm3)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026