
DPRD Karimun Minta Percepat Pengerjaan Pasar Baru

Karimun (ANTARA Kepri) - Komisi C DPRD Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, meminta kontraktor mempercepat pengerjaan Proyek Pasar Baru di Kelurahan Sei Lakam, Kecamatan Tanjung Balai Karimun mengingat persentase penyelesaiannya baru 72 persen.
"Kami meminta kontraktor menggesa pengerjaan Proyek Pasar Baru karena masa pengerjaannya akan berakhir 28 Desember, sementara pengerjaannya baru 72 persen," kata Ketua Komisi C DPRD Karimun M Taufik usai menginspeksi proyek tersebut bersama delapan anggota komisi di Tanjung Balai Karimun, Kamis.
M Taufik mengatakan bagian atap pasar yang dibangun tiga lantai itu merupakan pekerjaan berat yang belum dikerjakan oleh kontraktor dengan persentase 20 persen dari seluruh fisik bangunan.
"Tadi kontraktor menyatakan atap sudah selesai hingga pekan depan. Kalau memang selesai, maka persentase pengerjaannya menjadi 92 persen. Mudah-mudahan janji kontraktor itu terealisasi, namun terlepas itu kami hanya menginginkan agar proyek itu selesai tepat waktu," ucapnya.
Menurut dia, sanksi tegas sesuai kontrak harus diberlakukan jika proyek tersebut tidak selesai tepat waktu karena akan merugikan masyarakat dan keuangan daerah.
"Sanksi tegas harus diberikan bisa denda atau sanksi lain yang tertuang dalam kontrak kerja," katanya.
Proyek Pasar Baru dibangun dalam dua tahap, tahap pertama dengan anggaran sebesar Rp3,9 miliar melalui APBD 2010 dengan kontraktor PT Darma Abdi Primaju.
Sedangkan tahap dua dikerjakan PT Perintis Deni Utama dengan konsultan pengawas CV Asa Graha Konsultan dengan anggaran sebesar Rp5.388.250.000 melalui APBD 2011.
Pasar yang berlokasi di belakang Swalayan Oriental itu diproyeksikan untuk menggantikan Pasar Sri Karimun dan Pasar Puakang yang sempit dan dinilai tidak layak.
"Penyelesaian proyek pasar sangat mendesak karena kondisi pasar yang lama sudah tidak layak dan sempit," katanya.
Komisi C juga meninjau proyek pembangunan masjid Teluk Air dan Proyek Coastal Area atau Jalan Lingkar di pantai timur Tanjung Balai Karimun.
Untuk proyek masjid, lanjut dia, tidak terlalu khawatir karena pengerjaannya sudah 98 persen meski kontrak kerjanya akan berakhir pada 23 Desember 2011.
Sedangkan Proyek Coastal Area yang menelan anggaran tahun jamak sebesar Rp172 miliar baru 92 persen dengan masa pengerjaan berakhir pada 31 Desember 2011.
"Sesuai kalender kerja, Proyek Coastal Area seharusnya sudah selesai 97 persen, namun realisasinya baru 92 persen. Namun demikian, mereka (kontraktor) optimistis selesai tepat waktu dan kami juga berharap demikian," ucapnya.
(T.pso-028/A013)
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
