
Pasokan Air Bersih di Batam Belum Normal

Batam (ANTARA Kepri) - Pasokan air bersih dari PT Adhya Tirta Batam (ATB) untuk beberapa wilayah di Kota Batam belum normal pascakebocoran pipa utama dari Dam Duriangkang, Mukakuning yang terjadi tiga hari lalu.
Hingga Sabtu siang, beberapa perumahan di wilayah Batam Centre, terutama sekitar Bandara Hang Nadim, wilayah Jodoh-Nagoya, Batuampar, Bengkong masih belum mendapatkan pasokan secara lancar.
"Aliran air masih kecil. Itu pun keruh. Untuk sementara belum bisa untuk masak dan mencuci," kata warga sebuah perumahan di Batam Centre, Lilies Setyani.
Ia mengatakan bahwa air dari ATB ke perumahan tersebut sudah mati sejak dua hari terakhir. Walaupun pada beberapa wilayah pada Sabtu dini hari telah mengalir, dia belum mendapat aliran air.
"Dua hari terakhir terpaksa harus membeli lebih banyak air 'galon' untuk kebutuhan masak. Sementara untuk mandi menggunakan air hujan," kata dia.
Hal senada juga disampaikan Chandram warga Bengkong. Dia mengatakan hingga siang ini belum mendapatkan aliran air.
"Air sama-sekali belum mengalir," kata dia.
Sementara warga Seibeduk yang terletak tidak jauh dari Dam Duriangkang menyatakan Sabtu pagi telah mendapatkan pasokan air.
"Pas pertama mengalir memang agak keruh. Namun, selang sekitar 15 menit kemudian sudah jernih. Sekarang sudah tidak ada masalah sama sekali," kata Zaki Setiawan.
Kebocoran pipa induk PT Adhya Tirtha Batam (ATB) di sekitar Dam Duriangkang, Mukakuning, telah mengakibatkan terputusnya suplai air bersih hampir di seluruh kota tersebut sejak tiga hari terakhir.
Corporate Communication Manager PT ATB Enrico Moreno mengatakan bahwa perbaikan sudah dilakukan untuk mengantisipasi kebocoran agar aliran air segera kembali normal.
"Beberapa wilayah terutama yang dekat telah normal," kata dia.
Namun, lanjut dia, bagi wilayah yang jaraknya cukup jauh seperti kawasan Bandara Hang Nadim, Batam Centre, Jodoh-Nagoya kemungkinan belum lancar.
"Setelah mengalir, aliran pertama kemungkinan akan keruh. Namun, itu tidak akan berlangsung lama, selanjutnya air akan kembali jernih," kata Enrico. (KR-LNO/D007)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
