Logo Header Antaranews Kepri

Kapal Aussie Terbawa Arus 500 Meter

Rabu, 6 Juni 2012 16:32 WIB
Image Print
Kapal tongkang Aussie kandas dengan anjungan menabrak sisi Jembatan Enam Barelang. (kepri.antaranews.com/Larno)

Batam (ANTARA Kepri) - Kapal Tongkang Aussie I diketahui parkir sekitar 500 meter dari Jembatan Enam Barelang sebelum terbawa arus dan menghantam jembatan tersebut di Batam, pada Rabu sekitar pukul 03.00 WIB.

"Kapal parkir sekitar 500 meter dari kawasan jembatan sejak November 2011. Saat terjadi hujan disertai angin kencang yang mengakibatkan arus kencang dan mengakibatkan jangkar putus. Akhirnya terbawa arus dan menghantam jembatan," kata Kepala Seksi Pelayaran Kantor Pelabuhan (Kanpel) Batam, Benny Berkiah.

Akibat kejadian tersebut, satu blok jembatan terangkat dan miring sekitar satu meter dari bantalan, sementara pada sisi yang lain bergeser hingga lebih dari satu meter.

Keretakan juga nampak pada beberapa titik jembatan, sehingga polisi melarang warga berada di atas jembatan.

Sementara kondisi kapal kandas karena air laut masih surut. Kanpel memperkirakan sekitar Rabu sore kapal baru bisa dievakuasi setelah air pasang.

"Ada 'tug boat' yang segera datang. Namun kami belum bisa memastikan apakah nanti bisa ditarik atau tidak. Karena kami takut justru nanti jembatannya yang semakin parah," kata dia.

Ia mengatakan, akan melakukan pembicaraan lebih lanjut dengan pihak PT Bias Delta, Sub Agen dari PT Batam Samudra selaku agen kapal.

Manajer PT Bias Delta, Andre Moniago mengatakan kapal tersebut hilang dari radar Rabu sekitar pukul 02.00 WIB dini hari.

"Penjaga menyampaikan laporan kalau kapal hilang dari radar setelah putus jangkar. Sebelum akhirnya diketahui menghantam jembatan karena dibawa arus," kata dia.

Ia mengatakan, kapal Aussie I merupakan tongkang yang biasa digunakan untuk membantu pengerjaan pengeboran minyak dan gas lepas pantai.

"Saat ini tengah tidak ada pekerjaan, makanya parkir disini," kata dia.

Hingga kini belum diketahui taksiran kerugian akibat perustiwa tersebut. (KR-LNO/D009)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026