Logo Header Antaranews Kepri

Wali Kota: Jembatan Putus Ancam Pasokan Ikan

Rabu, 6 Juni 2012 21:05 WIB
Image Print

Batam (ANTARA Kepri) - Putusnya jembatan enam Barelang yang menghubungkan Pulau Rempang dan Galang Baru Kota Batam, Kepulauan Riau akan mengancam pasokan ikan ke kota tersebut.

"Ada tiga pelabuhan ikan di kawasan itu (Galang Baru) yang biasa memasok ikan segar hingga 80 persen. Karena jembatan rusak maka pasokan akan terganggu," kata Wali Kota Batam, Ahmad Dahlan saat meninjau Jembatan Enam Barelang yang ditabrak tongkang APC Aussie I di Rempang, Batam, Rabu.

Ia mengatakan, dengan rusaknya jembatan tersebut maka transportasi darat untuk mengangkut ikan dari wilayah tersebut tidak bisa dilakukan.

"Dengan kondisi ini secara tidak langsung juga akan mengganggu perekonomian di Batam," kata dia.

Dahlan mengatakan, pasokan ikan ke Batam yang tadinya melalui pelabuhan tersebut bisa dialihkan ke pelabuhan lain sehingga dampaknya tidak mengganggu Batam.

"Kami akan mencari alternatif agar pasokan ikan tetap bisa masuk Batam. Karena kondisi jembatan tidak mungkin dilewati kendaraan," kata Dahlan.

Selain pasokan terhenti, kata dia, kerusakan jembatan juga mengakibatkan ratusan kepala keluarga (KK) di Galang Baru juga terisolasi.

"Kami akan berkoordinasi untuk mencari jalan keluar mengatasi hal itu," kata dia.

Jembatan enam merupakan rangkaian dari enam jembatan menghubungkan Pulau Batam dan pulau-pulau kecil yang dibangun oleh Otorita Batam (sekarang Badan Pengusahaan Batam) mulai awal 1990.

Jembatan enam mulai beroperasi pada 1997 dan sebenarnya bernama Jembatan Raja Kecil. Namun, masyarakat lebih mengenal dengan nama jembatan enam, sesuai urutan rangkaian jembatan.

Jembatan terakhir itu memiliki panjang lebar tinggi 180x45x9,5 meter. (KR-LNO/N005)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026