
Pelamar Tenaga Pendamping PKH Karimun Membludak

Karimun (ANTARA Kepri) - Jumlah pelamar pengisi lowongan tenaga pendamping dan operator komputer Program Keluarga Harapan (PKH) pada Dinas Sosial Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau membludak.
"Antusias warga menjadi tenaga pendamping dan operator komputer PKH tinggi, di luar perkiraan. Hingga hari ini yang merupakan hari terakhir, berkas pelamar mencapai 150 dan diperkirakan terus bertambah hingga sore," kata Kepala Bidang Kesejahteraan Sosial Dinas Sosial Karimun Syafruddin AR di Tanjung Balai Karimun, Senin.
Syafruddin mengatakan, jumlah pelamar sebanyak itu di luar perkiraan mengingat tenaga pendamping yang dibutuhkan hanya lima orang dan operator komputer dua orang.
"Persaingan untuk lulus seleksi kami perkirakan cukup ketat dengan perbandingan 1:20," ucapnya.
Dia mengatakan, dari 150 berkas yang masuk, panitia kabupaten akan memverifikasi kelayakan dan persyaratan administrasi hingga jumlah pelamar mengerucut menjadi 25 orang untuk tenaga pendamping dan 10 orang untuk operator komputer.
"Setelah mengerucut, selanjutnya diseleksi lagi oleh panitia provinsi menjadi 5 untuk tenaga pendamping dan dua untuk operator komputer," tuturnya.
Menurut dia, proses dan jadwal seleksi akan ditentukan Kementerian Sosial (Kemsos).
Pelamar yang lulus, lanjut dia, akan terikat kontrak sebagai tenaga pendamping atau operator komputer hingga 2015 dengan honor dibiayai Kemsos dan Pemkab Karimun.
"Mereka juga akan mendapat pelatihan dari Kemsos selama sepuluh hari. Kami harapkan proses seleksi hingga pelatihan sudah rampung hingga Agustus karena PKH mulai kita laksanakan pada September," ucapnya.
"Proses seleksi benar-benar ketat dan profesional dengan harapan pelamar yang lulus benar-benar memenuhi kualifikasi dan mampu menjalankan tugas menyukseskan PKH yang merupakan salah satu program pengentasan kemiskinan yang dicanangkan Kemsos pada 2007.
"Tenaga pendamping PKH harus mampu dan siap mental mengingat tugas yang diemban berhubungan erat dengan suksesnya program PKH. Mereka akan mendampingi dan memeriksa rumah tangga sangat miskin (RTSM) yang menerima bantuan melalui PKH," ucapnya.
Dijelaskannya, lima orang pendamping yang dinyatakan lulus akan ditugaskan pada lima kecamatan, yaitu Kecamatan Kundur, Kundur Utara, Moro, Meral dan Buru.
"Satu tenaga pendamping akan mendampingi seratus lebih rumah tangga penerima bantuan PKH. Sedangkan dua operator komputer merekapitulasi data," katanya.
Dia menatakan, PKH merupakan program Kemsos yang ditujukan untuk meningatkan taraf hidup dan kesejahteraan RTSM. Bantuan yang diberikan melalui program tersebut adalah berbentuk uang tunai untuk biaya transportasi ibu hamil dan anak usia sekolah.
"Tenaga pendamping juga bertugas memastikan penerima bantuan benar-benar memenuhi ketentuan dan layak mendapatkan bantuan yang sama pada tahun berikutnya," katanya. (KR-RDT/A013)
Editor: Jo Seng Bie
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
