Logo Header Antaranews Kepri

RSBI Batam Belum Mampu Menuju SBI

Jumat, 22 Juni 2012 16:58 WIB
Image Print

Batam (ANTARA Kepri) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam Kepulauan Riau menilai rintisan sekolah berstandar internasional (RSBI) di Batam belum mampu menuju Sekolah Berstandar Internasional.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Batam Udin P Sihaloho mengatakan di Batam, Jumat RSBI di Batam masih jauh dari standar SBI yang ditentukan pemerintah.

"Tidak gampang menjadi SBI. Bagaimana menuju SBI, bila tidak ada SDM yang disiapkan," kata Udin.

Satu syarat SBI, adalah tenaga pengajarnya berpendidikan standar strata dua dari universitas terbaik di Indonesia.

Ketentuan dari Kemendikbud, kualifikasi S2 untuk guru SD sebanyak 10 persen dari total pengajar, SMP 25 persen, dan SMA 30 persen dan sisanya adalah lulusan S1. Sedangkan di sekolah-sekolah RSBI Batam, belum terlalu banyak tenaga pengajar berpendidikan master.

"Yang S-2 ada, tapi persentasenya kurang," kata dia.

Ia mengatakan untuk menyekolahkan guru-guru seolah ke jenjang strata dua perlu biaya.

"Dalam sidak saya, guru-guru bertanya, kapan mereka S-2," kata dia.

Selain itu, syarat SBI lainnya adalah guru harus mengajar bida pelajaran sesuai dengan pendidikannya, minimal 80 persen sesuai. Dan itu sulit dipenuhi RSBI yang ada di Batam.

Menurut Udin, ia kerap menemukan guru yang mengajar di luar bidang studinya. Misalnya pengajar dengan latar belakang pendidikan matematika mengajar ekonomi.

Sarana sekolah juga harus dilengkapi laboratorium, perpustakaan dan akses internet yang baik.

"Sekolah juga harus memiliki web sendiri," kata dia.

Guru pengajar, kata dia, juga harus mengajar dalam dua bahasa, dan itu sulit dipenuhi.

Udin juga meminta sistem pengajaran menggunakan Lembar Kerja Siswa dihapus.

Menurut dia, LKS membuat guru malas, dan siswa tidak menyerap pelajaran dengan baik karena tidak mendapatkan penjelasan dari guru secara maksimal.

Di Batam terdapat tiga RSBI yaitu SD 006 Tiban, SMP 06 Sei Panas dan SMA 1, SMA 3 dan SMK 1.

Sementara itu, DPRD Kota Batam Kepulauan Riau mengevaluasi keberadaan rintisan sekolah berstandar internasional (RSBI).

"RSBI mempertambah panjang kesenjangan sosial," kata Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Batam Udin P Sihaloho di Batam, Jumat.

Ia mengatakan RSBI tidak memberikan kesempatan pada siswa miskin karena mahalnya biaya pendidikan di sekolah menuju standar internasional. (Y011/M020)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026