Logo Header Antaranews Kepri

Eddy Viryadharma Pimpin PSMTI Karimun

Minggu, 24 Juni 2012 20:31 WIB
Image Print
Eddy Viryadharma alias Edi Asun saat menyampaikan visi dan misi dalam Musda III Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kabupaten Karimun di Gedung Nasional Tanjung Balai Karimun, Minggu (24/6). (kepri.antaranews.com/Rusdianto)

PENGUSAHA Eddy Viryadharma secara aklamasi terpilih sebagai Ketua Umum Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, dalam musyawarah daerah III organisasi itu di Gedung Nasional Tanjung Balai Karimun, Minggu.

Eddy Viryadharma yang akrab disapa Edi Asun meraih suara terbanyak dari sejumlah bakal calon yang muncul dalam musyawarah yang diikuti delapan pengurus kecamatan dan 15 marga yang memiliki hak suara, total pemegang suara dalam musda tersebut sebanyak 23 suara.

Ia terpilih secara aklamasi setelah Budiyani, ketua domisioner yang juga meraih suara terbanyak kedua mengundurkan diri dari bursa calon ketua yang muncul dalam musda.

"Sebenarnya saya tidak siap mengingat kondisi kesehatan, namun kalau seluruh pengurus yang disusun mengisi kekurangan saya, maka saya siap untuk bekerja membangun PSMTI," katanya.

Terpilihnya Eddy secara aklamasi setelah pimpinan sidang Filsafat Pang meminta dirinya dan Budiyani berembuk mengingat jika keduanya mundur dari pencalonan, maka tidak ada lagi bakal calon yang layak untuk dipilih sebagai ketua.

Budiyani sendiri mengundurkan diri dengan alasan telah membuat pernyataan pada Musda II bahwa dia tidak bersedia untuk dicalonkan lagi sebagai ketua dalam Musda III.

Eddy yang juga ketua panitia musda mengatakan, musda tersebut bertujuan untuk memilih kepengurusan PSMTI periode 2012-2016, menyusun program kerja serta memantapkan keberadaan organisasi di tengah-tengah masyarakat.

"Selain pengurus inti, musda juga memilih dewan kehormatan, dewan pemeriksa keuangan, dewan penasihat. Sedangkan pengurus lengkap akan disusun paling lambat satu bulan oleh ketua terpilih dibantu delapan anggota formatur," katanya.

Dia mengatakan kepercayaan peserta musda kepada dirinya untuk memimpin PSMTI Karimun selama empat tahun ke depan merupakan tugas berat dengan fokus melanjutkan program kerja kepengurusan terdahulu.

"Program kerja saya adalah melanjutkan program pengurus, terutama dalam mewujudkan eksistensi PSMTI sebagai organisasi sosial di tengah masyarakat. PSMTI tidak hanya miliki orang Tionghoa, tapi milik seluruh masyarakat. Karena itu, PSMTI akan menggiatkan kegiatan sosial tidak hanya untuk orang Tionghoa, tetapi juga untuk suku-suku lain," katanya.

Keberadaan PSMTI strategis dalam meningkatkan peran serta warga Tionghoa dalam pembangunan, apalagi sejak era reformasi warga Tionghoa mulai membuka diri dan tidak hanya berkutat pada dunia usaha.

"Sejak reformasi, warga Tionghoa mulai berpolitik, jadi pengacara, notaris dan sebagainya. Nah, ini akan kita dorong sehingga warga Tionghoa membaur dan memasuki semua lini pembangunan bangsa. Dan yang terpenting mendorong rasa cinta Tanah Air. Kemudian, hidup rukun dan damai sebagai kunci dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai tema musda," tuturnya.

Wakil Bupati Karimun Aunur Rafiq saat membuka musda mengatakan, PSMTI merupakan salah satu komponen masyarakat yang diharapkan berperan penting dalam berbagai aspek pembangunan, tidak hanya bidang ekonomi tetapi juga bidang-bidang lain.

"Selama ini, PSMTI telah memberikan kontribusi besar bagi pembangunan daerah, dan menjadi salah satu paguyuban yang mendorong terwujudnya kerukunan antarumat beragama maupun suku," ucapnya.

Dia berharap kepengurusan PSMTI yang baru dapat membuat program kerja serta bersinergi dengan pemerintah.

"Paguyuban sosial merupakan wadah berhimpun masyarakat, kami harapkan masyarakat Tionghoa dapat mengoptimalkan PSMTI sebagai tempat berkumpul dan menyatukan persepsi untuk berpartisipasi dalam pembangunan," ucapnya.

Hadir dalam musda tersebut Ketua PSMTI Provinsi Kepri Soehendro Gautama, Ketua Apindo Karimun Dwi Untung, anggota DPRD Karimun Sudjoko dan sejumlah tokoh Tionghoa lainnya. (KR-RDT/A013)

Editor: Jo Seng Bie



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026