Logo Header Antaranews Kepri

Pencurian Ikan Terbanyak di Selat Makassar

Minggu, 1 Juli 2012 20:50 WIB
Image Print

Batam (ANTARA Kepri) - Kasus pencurian ikan terbanyak di Indonesia sepanjang semester pertama tahun 2012 terjadi di Selat Makassar wilayah Perairan Sulawesi.

"Kasus illegal fishing yang tertinggi terjadi di Selat Makassar," kata Kepala Pelaksana Harian Badan Koordinasi Keamanan Laut (Bakorkamla) Laksamana Madya Didik Heru Purnomo di Batam, Minggu.

Kebanyakan, kata dia, pencurian dilakukan oleh nelayan asal Thailand.

Selain Makassar, ia mengatakan daerah yang paling rawan lainnya adalah Perairan Natuna.

"Di wilayah barat, Natuna, awal-awal tahun memang marak pencurian ikan," kata dia.

Khusus di Natuna, ia mengatakan kasus pencurian ikan terus menurun seiring digalakkannya operasi oleh Bakorkamla, TNI AL dan pihak lainnya.

"Kita tetap waspadai kasus 'illegal fishing' ini, meski trendnya di Natuna terjadi penurunan," kata dia.

TNI AL melalui operasi sepanjang tahun dan Operasi Gurita berhasil menyelamatkan potensi kerugian negara hingga sekitar Rp130 miliar sepanjang semester pertama 2012.

"Itu adalah estimasi kerugian negara yang berhasil diselamatkan," kata dia.

Sampai sekarang, kata dia, Operasi Gurita terus berjalan.

Sementara itu, secara umum, perairan Indonesia relatif aman dari tindak kejahatan.

Bahkan, tindak kejahatan di laut pada 2012 menurun dibanding 2010.

Ia mengatakan pada 2010, tindak kejahatan yang dicium TNI AL mencapai angka dua digit, lalu pada 2011 mencapai nol dan 2012 terjadi namun tidak sampai dua digit.

Hasil evaluasi Bakorkamla, Selat Malaka dinilai relatif aman. Kasus perompakan drastis menurun.

Keberhasilan itu, kata dia, berkat kerja sama patroli intensif yang dilakukan oleh TNI AL Indonesia bekerja sama dengan angkatan laut Malaysia.

Ditanya soal kasus pembalakan liar di perairan, Didik menyatakan tidak menonjol.

"'Illegal logging' tidak menonjol," kata dia.

Komandan Gugus Keamanan Laut Armada Barat Laksamana Pertama Pranyoto mengatakan kasus "illegal logging" di laut belum pernah terjadi.

"Di laut tidak ada, darat ada," kata dia. (Y011/M019)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026